Penjelasan BNN Kaltim soal penggerebekan narkoba dan tewasnya Novi
Merdeka.com - Noviandi, warga Jalan Kakap, Samarinda, Kalimantan Timur, tewas usai mengalami luka tembak di kakinya, dini hari tadi. Massa mengamuk dan merusak kantor BNN Kalimantan Timur, di Jalan Rapak Indah, menuntut keadilan dan penjelasan. BNN Kalimantan Timur pun angkat bicara.
Dalam penjelasan kepada wartawan, petugas BNN Kalimantan Timur, memang melakukan penggerebekan narkoba di kawasan Jalan Kakap, 25 Desember 2016.
"Itu malam Natal ya, saat penggerebekan jenis ineks, diduga sindikat. Waktu digerebek, anggota ditikam badik di dada kanan dan kiri, ada lima luka sobekan," kata Kepala BNN Kalimantan Timur Brigjen Pol Sufyan Syarif di Samarinda, Kamis (29/12) sore.
"Ada dua orang pelaku (penikaman) lari, dikejar anggota akhirnya salah satunya, Novi, didapat kemarin siang atau sore ya. Satunya lagi, namanya Ilham, kita masih cari. Nah, si Novi ini lompat saat ditangkap dan lari, akhirnya dilumpuhkan di kakinya," ujar Sufyan.
Mengacu prosedur, petugas BNN Kalimantan Timur lantas membawa Noviandi ke rumah sakit. "Dirawat dokter dengan baik, boleh pulang dan kita periksa di BNN (kantor BNN Kalimantan Timur Jalan Rapak Indah Samarinda) untuk pengembangan pemeriksaan," tambahnya.
"Malam kemarin, sekitar jam 9 atau jam 10 malam ya, dia (Noviandi) seperti kehabisan darah. Kita bawa lagi ke rumah sakit dan sampai di rumah sakit, mungkin alat kurang lengkap, tidak tertolong," terangnya.
Sufyan berani memastikan bahwa petugasnya di lapangan, bertindak sesuai prosedur, dan anggotanya menjadi korban penikaman saat melakukan penindakan.
"Prinsipnya begitu, bahwa anggota kita jadi korban, dan mereka bandar narkoba. Tapi tetap saya akan komunikasikan dengan mereka, dan akan kita jelaskan," sebut Sufyan.
"Ya sesuai prosedur, anggota jadi korban. Mas tahu sendiri kan? Ada robek besar di badan anggota, dari ujung kanan sampai kiri. Itu kan perintah pimpinan, kalau melawan, kita kasih tindakan tegas," ungkapnya.
Sufyan balik menduga, ada pihak-pihak yang memancing suasana. "Ini kan ada pihak-pihak ketika yang tidak tahu, terus dia miskomunikasi. Saya akan luruskan hal ini dan tetap akan ketemu keluarganya, bicara baik-baik didampingi Pak Kapolres juga," jelas Sufyan.
Ditanya kembali apakah memang benar Noviandi sebagai pelaku penikaman anggota BNN saat melakukan penggerebekan, Sufyan kembali menegaskan jawabannya.
"Ya, dia juga residivis baru lepas 6 bulan lalu lepas dari lembaga permasyarakatan, kasus narkoba juga. Anggota saya, habis dibacok dibilang mampus lu, langsung kabur saja. Tetap, saya akan jelaskan ke keluarganya, didampingi Kapolres dan Dandim," demikian Sufyan.
Diketahui, Noviandi tewas dini hari tadi, dan keluarga serta warga setempat, mendatangi dan merengsek masuk ke dalam kantor BNN Kaltim, pagi tadi. Sejumlah kaca dipecah massa yang emosi, sambil membawa jenazah Noviandi ke dalam kantor BNN. Situasi yang sempat mencekam, akhirnya reda, setelah Kapolresta Samarinda Kombes Pol Eriadi turun tangan meredam situasi. Sementara personel Brimob Polda Kalimantan Timur, masih menjaga kantor BNN sampai saat ini.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya