Penghasilan Tidak Mencukupi, Sopir Taksi di Bali Cari Tambahan jadi Kurir Narkoba

Rabu, 6 November 2019 13:03 Reporter : Moh. Kadafi
Penghasilan Tidak Mencukupi, Sopir Taksi di Bali Cari Tambahan jadi Kurir Narkoba Driver Taxi Nekat Edarkan 1,3 Kilo Gram Sabu. ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Polisi meringkus kurir narkotika bernama Willy Jenawi (31) di Denpasar, Bali. Willy ditangkap lantaran kedapatan membawa 1,3 kilogram narkotika jenis sabu.

"Kita berhasil mengungkap tindak pidana narkotika. Ini adalah jaringan Medan (Sumatera Barat) dan Bali dengan barang bukti yang kita amankan 1,3 kilogram sabu dengan 14 paket. Jadi 1,3 kilogram itu ada di 14 paket," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan di Mapolresta Denpasar, Rabu (6/11).

Tersangka Willy diketahui adalah seorang driver taksi konvensional. Dia berhasil ditangkap oleh polisi berdasarkan informasi dari masyarakat. Polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku di indekosnya di Jalan Tukad Balian, Denpasar Bali, pada Sabtu (2/11) lalu sekitar pukul 02.00 WITA.

Polisi menemukan barang bukti berupa 14 paket sabu di laci lemari tersangka dengan total sabu 1,3 kilo gram saat menggeledah rumah pelaku.

"Tersangka ini mendapatkan barang dari seseorang bernama Aji dan kita masih melakukan penyelidikan dan pengejaran pada Aji. Kemungkinan dia (Aji) masih di Bali dan barang itu dari Medan dibawa lewat jalur darat," ujar dia.

Tersangka berperan sebagai kurir lintas provinsi dan mendapat upah sekali pengambilan sekitar Rp10 juta rupiah. Tersangka berada di Bali sudah sejak tahun 2016 sampai saat ini. Dari pengakuannya, dia menjadi kurir sudah sejak dua bulan yang lalu. Tersangka juga mengakui memakai barang haram tersebut.

"Tersangka menerangkan baru dua kali mengambil sabu kepada Aji. Pengambilan pertama 300 gram (sabu) ditempel di daerah Renon. Kemudian yang kedua baru berhasil ditangkap," jelasnya.

Ruddi juga mengatakan, tersangka mengedarkan sabu menunggu perintah dari bosnya yaitu Aji dan sasaran edarnya umum di wilayah Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali.

"Jadi barang sudah ada di Bali dan belum ada yang dijual. Tersangka menunggu perintah. Dia driver taksi konvensional dan nyambi jadi pengedar narkotika," ujarnya.

Willy mengaku terpaksa menjadi kurir narkoba karena desakan ekonomi untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara, hasil dari menjadi sopir taksi tidak mencukupi.

"Iya kurang (pengasilan taksi). Per hari hanya dapat Rp150 ribu. Saya kenal (Aji) lewah whatsApp," ungkapnya.

Atas ulahnya, tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI, nomor 35, tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, maksimal 20 Tahun dan denda Rp800 Juta hingga Rp8 Miliar. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
  2. Bali
  3. Denpasar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini