Penempatan napi terorisme (napiter) pindahan dari Mako Brimob, Kelapa Dua di Lapas Nusakambangan Kabupaten Cilacap masih dalam proses assessment. Penetapan penempatan akan didasarkan pada penggolongan napiter.
Rincian penggolongan tersebut yakni napiter ideolog, kooperatif dan mereka yang hampir selesai masa pidana.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami mengatakan, penetapan penggolongan saat ini masih dalam pergerakan. Assessment dilakukan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan dan jajarannya di Nusakambangan.
"Perlu diassessment bener-bener. Sekarang masih dalam assessment akhir. Kita saat ini sedang cross cek dengan dokumen," katanya usai mengunjungi Lapas Nusakambangan, Sabtu (12/5).
Utami juga menjelaskan 3 lapas disiapkan bagi napiter yakni, Lapas Batu, Lapas Pasir Putih dan Lapas Besi. Pembagian penggolongan, di Lapas Batu dan Pasir Putih diperuntukkan bagi napiter ideolog. Sedang Lapas Batu untuk napiter kooperatif.
"Satu orang satu sel," imbuhnya.
Ia mengatakan di 3 lapas tersebut kapasitas masih sangat cukup. Ia juga menegaskan keamanan diperketat. Selain itu sudah dibentuk Satgas Kamtib. Keamanan lapas dibantu dari polri, TNI dan Brimob.
"Besi kapasitasnya besar. Tidak sembarang orang masuk dulu, keamanan diperketat. Kami tidak ingin peristiwa di Mako Brimob terjadi lagi. Kita memanusiakan ," ujarnya.