Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pendapat Khofifah soal Agus Gumiwang dan Kemensos tiga kali ganti menteri

Pendapat Khofifah soal Agus Gumiwang dan Kemensos tiga kali ganti menteri Khofifah Indar Paranwansa. ©2017 merdeka.com/purnomo edi

Merdeka.com - Politikus Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita dilantik menjadi menteri sosial menggantikan Idrus Marham. Idrus memilih mundur karena sudah berstatus tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan pergantian ini Kementerian Sosial telah diisi oleh tiga menteri dalam satu periode pemerintahan Jokowi. Idrus naik jadi menteri menggantikan Khofifah yang maju di Pilgub Jawa Timur.

"Bukan ganti terus. Tapi ada sesuatu yang beliau harapkan untuk bisa memaksimalkan layanan Kemensos. Ini kan kebetulan ada bencana alam, baik yang ada di Lombok maupun yang di Kalbar. Pasti semuanya membutuhkan fokus dari Mensos untuk dapat memaksimalkan seluruh proses dalam pemenuhan kebutuhan mereka," demikian komentar Khofifah di Istana, Jumat (24/8).

"Jadi saya tidak tahu alasan mundurnya, tapi pasti efektivitas dari pemenuhan layanan dari kebutuhan masyarakat akan menjadi pertimbangan bagi proses pengambilan keputusan," tambahnya.

Khofifah yakin pemilihan sudah melalui berbagai pertimbangan yang komprehensif untuk bisa membantu presiden menyelesaikan pekerjaan di pos-pos strategis. Terlebih Kemensos menyasar 40 persen masyarakat dengan status sosial ekonomi terendah.

"Sehingga harus bergerak cepat. Jadi siapa yang bisa bergerak cepat dalam hitungan waktu di tahun politik seperti ini pasti pertimbangannya lebih komprehensif dibandingkan awal-awal pemerintahan lalu," tuturnya.

Lalu bagaimana dengan sosok Agus?

"Kenal sih. Tadi di situ juga sudah ketemu. Cuma karena saya tidak diundang pelantikan, saya bilang 'aku kasih ucapan di sini ya'," katanya.

"Dulu ketika Pak Idrus Marham sebelum pelantikan itu bertelepon dan beliau memang belajar, "Mba kalau ini gimana. Kalau ini gimana?'. Tadi juga Pak Agus sampaikan mungkin akan ketemu. Kalau beliau tidak telepon akan ketemu," tuturnya.

Terlebih, lanjut Khofifah, bagaimana di tahun politik ini banyak hal yang sensitif. Jadi pemenuhan kebutuhan terutama 40 persen masyarakat dengan status sosial ekonomi terendah itu tidak boleh terpengaruh oleh suasana politik.

"Kebetulan kita ada bencana alam baik yang karhutla ataupun gempa sama-sama membutuhkan percepatan pemenuhan," tandasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP