Jakarta, Merdeka.com – Sebuah kantor di kawasan Tebet Timur, Jakarta Selatan, menjadi sasaran aksi Pencurian Kantor Tebet saat libur Lebaran 2026. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (25/3), sekitar pukul 08.00 WIB, ketika kondisi kantor sedang kosong ditinggal penghuninya berlibur. Polisi berhasil mengamankan satu dari tiga pelaku yang terlibat dalam kejadian ini, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran.
Pelaku yang berhasil ditangkap berinisial HA (49), terlibat dalam pembobolan kantor di Jalan Tebet Timur Dalam XI, Tebet Timur. Aksi pencurian ini baru diketahui setelah salah satu karyawan memantau rekaman CCTV dan menyadari sejumlah barang berharga telah hilang. Kerugian akibat insiden Pencurian Kantor Tebet ini ditaksir mencapai belasan unit laptop dan satu televisi.
Kanit Reskrim Polsek Tebet, AKP Tomy Sugiyono, mengungkapkan bahwa pelaku telah mengincar lokasi tersebut selama kurang lebih satu minggu. Kondisi kantor yang sepi selama libur panjang Lebaran menjadi pemicu utama bagi para pelaku untuk melancarkan aksinya. Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk menangkap dua pelaku lainnya dan menelusuri keberadaan barang-barang curian.
Advertisement
Advertisement
Aksi Pencurian Kantor Tebet ini dimulai dengan pengintaian yang matang oleh para pelaku. Menurut AKP Tomy Sugiyono, HA dan komplotannya telah mengamati kantor di Tebet Timur selama satu minggu penuh. Mereka menduga kantor tersebut kosong karena token listrik terus berbunyi, menandakan tidak ada aktivitas di dalamnya selama libur Lebaran.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), terlihat tiga orang pelaku masuk dengan cara membuka lilitan kawat pada pintu gerbang kecil. Salah satu pelaku kemudian dengan sengaja mengarahkan kamera CCTV ke atas menggunakan kayu. Hal ini dilakukan untuk menghindari rekaman aktivitas mereka saat melancarkan aksinya.
Setelah berhasil menonaktifkan pengawasan CCTV, para pelaku mendobrak pintu utama kantor. Mereka kemudian masuk ke dalam dengan membawa karung besar yang telah disiapkan untuk mengangkut barang curian. Modus operandi yang terencana ini menunjukkan tingkat profesionalisme para pelaku dalam melancarkan aksi kejahatan.
Advertisement
Pelaku berhasil mengambil sejumlah laptop dari lantai satu kantor tersebut. Tidak hanya itu, satu unit televisi yang berada di lantai dua juga turut digondol sebelum mereka meninggalkan lokasi kejadian. Barang-barang elektronik ini menjadi target utama karena nilai jualnya yang tinggi dan mudah untuk dibawa.
Advertisement
Aksi Pencurian Kantor Tebet ini baru terungkap setelah salah satu karyawan kembali dan memeriksa rekaman CCTV. Karyawan tersebut mendapati bahwa sejumlah barang telah hilang dari dalam kantor, memicu laporan kepada pihak kepolisian. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan yang berlapis, terutama saat meninggalkan properti dalam waktu lama.
Sekitar pukul 11.37 WIB, salah satu pelaku, HA (49), kembali ke lokasi kejadian. Diduga kuat, HA bermaksud untuk mengambil barang curian lainnya yang mungkin tertinggal atau belum sempat diangkut. Namun, keberadaannya diketahui oleh dua orang saksi yang berada di sekitar kantor.
Tanpa menunggu lama, kedua saksi tersebut langsung mengamankan HA dan menyerahkannya ke Polsek Tebet untuk proses hukum lebih lanjut. Kecepatan reaksi saksi di lokasi patut diapresiasi karena berhasil menghentikan upaya pelaku dan membantu pihak berwenang. Penangkapan ini menjadi titik terang dalam pengungkapan kasus Pencurian Kantor Tebet.
Advertisement
Dari insiden Pencurian Kantor Tebet ini, total kerugian yang dialami korban cukup besar. Sebanyak 14 unit laptop dari berbagai merek serta satu unit televisi dilaporkan hilang. Kerugian materiil ini tentu saja berdampak signifikan bagi operasional kantor yang menjadi korban.
Advertisement
Meskipun satu pelaku, HA, telah berhasil diamankan, polisi masih terus bekerja keras untuk memburu dua pelaku lainnya yang terlibat dalam Pencurian Kantor Tebet. Identitas dan keberadaan kedua buronan ini menjadi prioritas utama penyelidikan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaan para pelaku atau barang curian.
Selain memburu pelaku yang masih bebas, polisi juga menelusuri keberadaan barang hasil curian. Diduga kuat, barang-barang elektronik seperti laptop dan televisi tersebut telah dijual oleh para pelaku. Penelusuran ini melibatkan berbagai pihak dan jaringan informasi untuk mengidentifikasi pembeli atau penadah barang curian.
Kasus Pencurian Kantor Tebet ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemilik usaha untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan properti dalam waktu lama seperti libur panjang. Pemasangan sistem keamanan yang memadai, seperti alarm atau penjaga, dapat meminimalisir risiko terjadinya tindak kejahatan serupa. Polisi berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dan membawa semua pelaku ke meja hijau.
Advertisement
Sumber: AntaraNews