Kementerian Sosial (Kemensos) memulai simulasi Sekolah Rakyat. Bertempat di Sentra Handayani Jakarta Timur, sebanyak 75 pelajar akan mengikuti pembelajaran selama dua hari ke depan.
"Saya mohon doa restu, nanti ini kalau kemudian selesai besok kita jadikan bahan evaluasi dalam rangka memulai proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat tanggal 14 Juli yang akan datang," kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Sentra Handayani Jakarta Timur, Rabu (9/7).
Pantauan Liputan6.com di lokasi, tampak bangunan sekolah rakyat didominasi warna oranye. Lapangan olahraganya besar dan luas. Lapangan tersebut dikelilingi dua tiang basket hingga dua lantai bangunan sekolah.
Dikarenakan sekolah rakyat menganut sistem belajar menginap, terdapat ruang tidur para pelajar dengan luas cukup untuk ditempati hingga enam orang.
Mereka sudah disediakan kasur, lemari dan meja belajar masing-masing selayaknya tinggal di pesantren atau asrama pada umumnya. Perlu dicatat, tidak ada air conditioner (AC). Ruangan hanya dibekali kipas angin dan jendela sebagai sirkulasi udara.
Selain itu, tidak pula ada kamar mandi di dalam ruang tidur pelajar. Kamar mandi ditempatkan terpisah dengan tiga bilik ruang bilas. Toilet juga diposisikan terpisah.
Advertisement
Bergeser ke ruang belajar, tampak nyaman dengan pencahayaan yang cukup. Kipas angin besar ada dua tergantung di atasnya. Tidak terlihat AC untuk ruang belajar. Tersedia dua papan tulis untuk guru menerangkan pembelajaran.
Selama di sekolah rakyat, pelajar bakal diajak mandiri dengan tersedianya ruang cuci jemur untuk pakaian harian mereka. Untuk tempat beribadah, juga terdapat mushola yang bisa digunakan untuk ibadah.
Sebagai informasi, simulasi Sekolah Rakyat di Sentra Handayani akan dilaksanakan selama 2 hari, yaitu pada 9-10 Juli 2025.
Diketahui, Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026 akan dimulai pada bulan ini. Total, Sekolah Rakyat akan ada di 100 titik lokasi rintisan di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 63 titik akan memulai pembelajaran pada 14 Juli 2025 dan sebanyak 37 titik akan dimulai di akhir Juli 2025.