Pemuda Sulut nyalakan 1.000 lilin untuk Intan & perdamaian Indonesia

Sabtu, 19 November 2016 07:47 Reporter : Nur Aditya
Pemuda Sulut nyalakan 1.000 lilin untuk Intan & perdamaian Indonesia aksi seribu lilin di Sulut. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Ribuan pemuda lintas agama dan organisasi massa, berkumpul di depan Tugu peringatan Perang Dunia ke-2 di Kompleks Gereja GMIM Sentrum Manado pada Jumat (18/11) malam sekitar pukul 20.30 Wita.

Mereka menyalakan 1000 lilin untuk mengenang Intan, bocah korban bom di Samarinda beberapa waktu lalu.Aksi ini sekaligus seruan perdamaian di Indonesia dan tak ada lagi kekerasan.

Di sela aksi, ada pertunjukan teatrikal yang menceritakan kekejian pelaku pelempar molotov hingga merenggut nyawa bocah Intan. Tak ketinggalan masyarakat Kota Manado turut mengambil bagian dalam aksi bertajuk "Deklarasi kebangsaan lintas agama, 1000 lilin untuk Intan" dengan melakukan doa bersama segenap elemen.

Aksi seribu lilin membuat sebagian warga yang ikut terharu. Semua larut dalam kebersamaan.

Ketua Komisi Pelayanan Pemuda GMIM, Pnt Toar Pangkey, menitipkan salam damai bagi segenap komponen bangsa. Damai menurutnya adalah merupakan hal indah dalam bingkai NKRI.

"Kami hadir di tempat ini untuk perdamaian, dan untuk Intan. Mari jaga perdamaian. Jangan lagi ada Intan Intan lain menjadi korban kekerasan. Provinsi Sulut akan menjadi contoh perdamaian bagi Indonesia," ujar Pangkey.

Sementara itu, Rusli Umar mewakili PB Ansor, mengutuk keras aksi pengeboman gereja di Samarinda menyebabkan tewasnya bocah tak bersalah. "Kami mengutuk keras perbuatan tersebut. Kami yakin dan percaya, Intan sudah berada di surga," tegas dia.

Penggagas kegiatan, Vecky Korto mengatakan, upaya mengumpulkan pemuda lintas agama dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebhinekaan. Perdamaian adalah sesuatu yang berharga dan tak dapat diukur bagi NKRI.

Sedangkan pemilihan lokasi aksi di Tugu PD-2 memiliki arti khusus. "Kami berdiri di tugu perang dunia kedua karena tugu ini merupakan peringatan berakhirnya peperangan. Tak ada lagi peperangan di Indonesia. Tidak ada lagi Intan, Intan lain yang akan menjadi korban. Kami hadir disini karena rasa cinta, dan kami akan tunjukan kepada mereka di pusat bahwa kami cinta damai," ujar Vecky. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini