Pemkot Solo larang acara jalan sehat bareng Jokowi di CFD
Merdeka.com - Pemkot Solo melarang acara jalan sehat bareng Presiden Joko Widodo, karena dinilai mengarah kepada kampanye Pilpres 2019. Sesuai kesepakatan, area Car Free Day memang tak diperbolehkan untuk kegiatan politik dan kampanye.
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang tengah berada di Yerusalem kepada wartawan melalui teleconference mengatakan CFD tidak boleh untuk kegiatan politik. CFD hanya boleh untuk kegiatan olahraga, seni, budaya dan ekonomi.
"Jalan sehat yang rencananya melibatkan Pak Jokowi itu berpotensi mendatangkan ribuan pendukung. Kalau ada ribuan orang, ya apa bedanya dengan kampanye?" jelasnya, Jumat (28/9).
Meskipun tidak menggunakan simbol-simbol seperti bendera partai atau atribut kampanye lainnya, Rudyatmo menilai acara tersebut tetap memiliki tendensi kampanye.
"Jalan Slamet Riyadi itu salah satu kawasan white area. Yang membikin acara itu bukan PDI Perjuangan," tegasnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kegiatan jalan sehat tersebut telah beredar luas di masyarakat. Acara yang dinamai 'Tombo Kangen Jalan Sehat Bersama Pak Jokowi' itu juga disertai catatan kostum yang harus dikenakan peserta.
Yakni nonatribut paslon, parpol dan relawan. Namun tidak tertera identitas penyelenggara maupun narahubung, dalam gambar yang juga dilengkapi foto Jokowi.
Ditemui seusai membuka Kongres XXIV PWI di The Sunan Hotel Solo, Jokowi enggan menanggapi ihwal pelarangan tersebut. Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan, di Solo dirinya hanya ingin beristirahat dan berkumpul bersama keluarga.
"Coba tanyakan ke panitianya, acaranya apa, jam berapa, dimana, saya diundang atau tidak? Kalau diundang, saya bisa berangkat atau tidak, yang jelas saya ingin tidur, istirahat, bertemu keluarga, anak dan cucu," katanya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya