Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Jakbar) melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Barat, melaksanakan pengawasan keamanan pangan segar. Kegiatan ini dilakukan menjelang perayaan Lebaran di lima pusat perbelanjaan yang berbeda di wilayah tersebut. Pengawasan ini bertujuan untuk menjamin mutu dan keamanan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Kepala Seksi Ketahanan Pangan dan Pertanian Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Milya Purnamasari, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan upaya serius. Tujuannya adalah untuk memberikan kepastian keamanan terhadap produk pangan yang beredar di pasar tradisional dan swalayan. Langkah proaktif ini diambil untuk melindungi konsumen.
Pengawasan keamanan pangan segar ini berlangsung pada Kamis (5/3). Tim Sudin KPKP Jakbar menyasar beberapa lokasi strategis. Lokasi tersebut meliputi Farmer's Market Wang Plaza, Lion Superindo Kedoya, Lion Superindo Kelapa Dua, Pasar Kedoya Utara, dan Pasar Pos Pengumben.
Advertisement
Advertisement
Detail Pengawasan dan Lokasi Target
Dalam kegiatan pengawasan ini, tim Sudin KPKP Jakarta Barat mengambil sebanyak 15 sampel komoditas. Sampel tersebut meliputi produk pangan peternakan dan pertanian dari berbagai lokasi. Pengambilan sampel dilakukan secara acak untuk mendapatkan representasi yang akurat.
Milya Purnamasari menambahkan bahwa pemeriksaan sampel dilakukan secara langsung di lokasi. Sebuah mobil uji laboratorium ditempatkan di Farmer's Market Wang Plaza untuk mempermudah proses ini. Metode pemeriksaan di tempat memungkinkan hasil yang lebih cepat dan efisien.
Lima pusat perbelanjaan yang menjadi target pengawasan dipilih karena menjadi sentra distribusi pangan. Pemilihan lokasi ini memastikan jangkauan pengawasan yang luas. Hal ini mencakup baik pasar modern maupun pasar tradisional di Jakarta Barat.
Advertisement
Advertisement
Jenis Sampel dan Hasil Uji Laboratorium
Sampel produk pertanian yang diperiksa sangat beragam. Beberapa di antaranya adalah anggur, apel merah, beras, cabai merah keriting, cabai rawit merah, nangka muda, bawang merah, sawi hijau, sawi putih, tomat, dan kembang kol. Keberagaman ini memastikan cakupan pengujian yang komprehensif.
Sementara itu, sampel produk peternakan mencakup daging ayam, daging sapi, ati ampela, dan kikil. Total sampel produk pangan yang diperiksa mencapai 63 item. Rinciannya adalah 47 sampel pertanian dan 16 sampel peternakan.
Semua sampel produk pangan pertanian dan peternakan diuji di laboratorium. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bebasnya residu pestisida. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan untuk mendeteksi paparan bahan kimia berbahaya. Berdasarkan hasil uji laboratorium, seluruh sampel terbukti aman dari paparan bahan kimia berbahaya.
Advertisement
Advertisement
Jaminan Keamanan Pangan untuk Konsumen
Milya Purnamasari menegaskan bahwa seluruh produk pangan segar yang beredar di Jakarta Barat aman untuk dikonsumsi. Hasil uji laboratorium memberikan keyakinan kuat. Ini menunjukkan bahwa pangan yang tersedia di pasar telah memenuhi standar keamanan.
Pihaknya ingin memberikan jaminan penuh kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar konsumen merasa tenang dan yakin. Pangan yang mereka konsumsi bebas dari residu pestisida dan zat berbahaya lainnya. Ini merupakan komitmen Pemkot Jakbar terhadap kesehatan warganya.
Rina, Head Office Industrial Relations/Human Capital Department Farmer's Market Wang Plaza, juga memberikan tanggapan. Ia menyebutkan bahwa pihaknya selalu menerima produk pangan dari pemasok yang memiliki izin resmi. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan sejak dari hulu. Dengan demikian, semua produk di Farmer's Market Wang Plaza memiliki perizinan dan aman dikonsumsi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews