Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengalokasikan dana puluhan miliar rupiah untuk insentif. Anggaran ini ditujukan khusus bagi para guru ngaji dan marbot di wilayah tersebut. Langkah ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan kesejahteraan mereka.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Banjarmasin, Juli Khair, mengungkapkan usulan anggaran mencapai Rp52 miliar untuk APBD 2026. "Bahkan pada APBD 2026 kita usulkan sebesar Rp52 miliar untuk insentif para ustadz dan ustadzah serta marbot," ujar Juli Khair di Banjarmasin, Selasa. Dana tersebut diharapkan dapat menaikkan besaran insentif bulanan.
Rencana kenaikan insentif ini menjadi perhatian utama dalam pembahasan rancangan APBD 2026. Sebelumnya, pemangkasan anggaran sempat menyebabkan pembayaran hanya berlangsung tujuh bulan. Kini, pemerintah berupaya keras agar pembayaran insentif dapat optimal dan berkelanjutan bagi para penerima.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Anggaran dan Kenaikan Insentif Guru Ngaji dan Marbot
Juli Khair menjelaskan, usulan anggaran sebesar Rp52 miliar untuk APBD 2026 diajukan. Angka ini mencerminkan rencana kenaikan insentif yang signifikan bagi para penerima. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji dan marbot secara nyata di Banjarmasin.
Besaran insentif bulanan direncanakan naik dari Rp400 ribu menjadi Rp500 ribu per bulan. Kenaikan ini diharapkan memberikan dampak positif pada kehidupan sehari-hari guru ngaji dan marbot. Pemerintah berharap usulan kenaikan anggaran ini dapat disetujui pada rancangan APBD 2026.
Pada tahun berjalan, anggaran awal sebesar Rp19 miliar sempat dipangkas menjadi Rp10 miliar. Pemangkasan ini berakibat pada pembayaran insentif yang hanya bisa dilakukan selama tujuh bulan. Situasi tersebut menjadi pendorong utama untuk memastikan alokasi dana yang lebih stabil di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Mekanisme Pendataan dan Pembayaran Insentif di Banjarmasin
Jumlah keseluruhan marbot dan guru ngaji yang tercatat sebagai penerima insentif dari pemerintah kota mencapai 424 orang. Mereka menerima insentif melalui skema dana hibah yang telah ditetapkan. Data ini selalu diperbarui setiap awal tahun untuk memastikan ketepatan sasaran.
Menurut Juli, proses pembaruan data penerima insentif dilakukan secara rutin. "Selalu ada update data di awal tahun, biasanya Januari atau Februari," katanya. Hal ini bertujuan agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan menjangkau individu yang berhak.
Skema pembayaran insentif dilakukan secara triwulanan. Artinya, pencairan dana dilakukan setiap tiga bulan sekali kepada para penerima. Jika tidak ada penambahan anggaran, honor triwulan terakhir baru akan cair pada bulan Oktober.
Advertisement
Pembayaran triwulan terakhir di bulan Oktober juga menandai periode pembayaran terakhir untuk tahun tersebut. "Moga semuanya berjalan lancar, ini sebagai perhatian pemerintah bagi guru ngaji dan marbot untuk memberikan kesejahteraan mereka," ujarnya. Upaya ini menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap kesejahteraan para guru ngaji dan marbot di Banjarmasin.
Sumber: AntaraNews