Pemkab Bogor Tunda Sekolah Tatap Muka

Rabu, 6 Januari 2021 22:37 Reporter : Rasyid Ali
Pemkab Bogor Tunda Sekolah Tatap Muka Belajar tatap muka. ©2021 Merdeka.com/Ikhwan

Merdeka.com - Bupati Bogor, Ade Yasin mengeluarkan kebijakan untuk menunda pembelajaran tatap muka di Kabupaten Bogor selama 2021. Awalnya sekolah tatap muka bakal digelar pada 11 Januari 2021.

"Saya tegaskan bahwa tidak ada uji coba sekolah tatap muka. Tidak bisa coba-coba karena situasinya berbahaya. Tadi kita tunda dulu untuk sekolah tatap muka sampai situasinya memungkinkan," kata Ade Yasin, Rabu (6/1).

Awalnya, dia menginginkan, sekolah-sekolah yang berada di pelosok untuk mempelopori pembelajaran tatap muka. Namun, hampir seluruh wilayah Kabupaten Bogor merupakan zona merah penularan Covid-19.

"Tapi ternyata sulit juga. Tadinya kan di pelosok itu sulit internet jadi bisa tatap muka atau belajar luar jaringan. Tapi sepertinya sulit juga dan dikhawatirkan membahayakan anak-anak," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna menerangkan, meski belum ada kejelasan soal sekolah tatap muka, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan.

"Persiapan dari awal kita sudah siapkan. Kemungkinan sistem shifting kita lakukan dengan jumlah maksimal 10 orang siswa di dalam kelas," jelasnya.

Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19, jumlah maksimal peserta PTM sebanyak 50 persen dari total siswa yang ada.

Menurut Entis, SKB tersebut tidak bisa diberlakukan secara merata, jika sekolah tatap muka dilaksanakan di Kabupaten Bogor. "Kita tidak menggunakan 50 persen, karena ada sekolah terdaftar di kelasnya hanya 10 orang. Kalau pakai 50 persen, berarti dimungkinkan 5 orang saja," ujarnya.

Sistem shifting maksimal 10 orang siswa di dalam kelas tersebut, rencananya tidak langsung dilaksanakan sesuai rencana PTM dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI pada 11 Januari.

Sebelum PTM dengan sistem itu dilaksanakan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan verifikasi ke lapangan, mengecek kesiapan tiap sekolah.

"Tidak langsung tanggal 11. Kita akan buka pengajuan dari sekolah-sekolah yang akan mendaftarkannya di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) untuk pelaksanaan PTM ini. Jadi tanggal 11 itu kita ke lokasi, memverifikasi," ujarnya.

Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, sejauh ini, sudah ada 94 sekolah yang terdiri dari SD dan SMP yang mengajukan permohonan untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

"Jadi nanti pada pekan ini atau pekan depan, kami akan melakukan pemeriksaan dan verifikasi kesiapan sekolah. Kalau semuanya sesuai prosedur, baru akan kami tindaklanjuti secara bertahap," ungkapnya.

Setelah melakukan pemeriksaan dan verifikasi, rencananya sekolah-sekolah tersebut akan dipersilakan melakukan uji coba untuk menggelar tatap muka. Namun tetap, semuanya bakal diperhitungkan secara matang oleh Pemkab Bogor. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini