Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, saat ini membutuhkan setidaknya 15 unit alat berat berbagai jenis. Kebutuhan mendesak ini diperlukan untuk mempercepat proses pencarian korban terdampak banjir bandang dan penanganan material tanah longsor. Bencana alam ini telah menimbun sejumlah badan jalan di beberapa titik strategis.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmat Lasmono, menyampaikan urgensi ini di Lubuk Basung pada Sabtu (29/11). Alat berat tersebut akan disebar ke beberapa kecamatan yang terdampak parah. Area prioritas meliputi Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, serta titik longsor lainnya.
Saat ini, penanganan bencana di Agam menghadapi kendala signifikan karena keterbatasan alat berat yang tersedia. Dengan jumlah korban yang masih belum ditemukan, penambahan unit alat berat menjadi sangat vital. Optimalisasi penanganan bencana menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Pencarian Korban dan Penanganan Longsor
Rahmat Lasmono menjelaskan bahwa 15 unit alat berat yang dibutuhkan akan didistribusikan ke berbagai kecamatan. Wilayah tersebut mencakup Palembayan, Malalak, Tanjung Raya, dan Ampek Koto. Distribusi ini bertujuan untuk memastikan cakupan penanganan yang lebih luas dan efektif.
Saat ini, hanya ada 10 unit alat berat yang beroperasi, berasal dari berbagai pihak. Sumber daya ini termasuk dua unit dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam serta delapan unit dari provinsi. Ada juga bantuan dari Balai Jalan Nasional, kabupaten/kota tetangga, serta perusahaan swasta seperti PT PPR dan PT AMP Plantation.
Keterbatasan jumlah alat berat ini menyebabkan penanganan bencana tidak berjalan optimal, terutama dalam pencarian korban banjir bandang. Di Kecamatan Palembayan, lokasi dengan banyak korban belum ditemukan, hanya tersedia lima unit alat berat. Kondisi ini sangat menghambat upaya penyelamatan.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pemenuhan Kebutuhan Alat Berat dan Kendala Lain
Untuk mengatasi defisit ini, pihak BPBD Agam mendapatkan petunjuk dari BNPB. Petunjuk tersebut menyatakan bahwa penyewaan alat berat dapat dilakukan menggunakan dana siap pakai. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengadaan unit tambahan.
Penyewaan alat berat akan segera dilaksanakan untuk mengoptimalkan pencarian korban dan penanganan material longsor. "Alat berat salah satu kendala yang kita hadapi dalam penanganan bencana alam," ujar Rahmat Lasmono. Ini menunjukkan betapa krusialnya peran alat berat dalam situasi darurat.
Selain kebutuhan alat berat Agam, kendala lain yang dihadapi adalah ketersediaan tenda pengungsian, bahan makanan, dan peralatan pendukung lainnya. Bencana tanah longsor dan banjir bandang ini telah mengakibatkan 87 orang meninggal dunia, dan 88 orang lainnya masih belum ditemukan.
Advertisement
Korban meninggal dunia tersebar di beberapa lokasi seperti Salareh Aia (Palembayan), Toboh (Nagari Malalak Timur), Ariki (Nagari Dalko), dan Kuok Tigo Koto (Nagari Matua Mudiak). Proses pencarian korban terus berlanjut dengan melibatkan berbagai pihak termasuk BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Polri, PMI, dan relawan lainnya.
Sumber: AntaraNews