Pemindahan Ibu Kota Bisa Mengancam Target Penurunan Emisi Karbon Kaltim

Minggu, 8 September 2019 04:03 Reporter : Saud Rosadi
Pemindahan Ibu Kota Bisa Mengancam Target Penurunan Emisi Karbon Kaltim Ilustrasi

Merdeka.com - Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Provinsi Kalimantan Timur berharap, proyek pembangunan kawasan ibu kota negara tidak mengganggu upaya Kaltim menurunkan emisi karbon yang berdampak pemanasan global (global warming).

Saat ini, Kaltim akan melaksanakan program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF), dimulai 2020-2024 yang didanai Bank Dunia. Dalam kurun waktu itu, Kaltim ditarget mengimplementasikan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD).

Fokus dari FCPF adalah mencegah deforestasi atau alih fungsi hutan, dan degradasi atau perubahan kualitas dan kuantitas hutan. Keberhasilan Kaltim menurunkan emisi karbon, akan meningkatkan kepercayaan dunia bahwa Kaltim mampu menjaga hutannya sebagai paru-paru dunia.

"Soal pindah ibu kota negara ini isu besar. Deforestasi hutan juga isu besar. Bappenas pasti tahu, bahwa Kaltim sedang melaksanakan penurunan emisi karbon dalam program FCPF," kata Ketua DDPI Kalimantan Timur Daddy Ruhiyat saat tampil sebagai salah satu pembicara dalam pelatihan jurnalistik FCPF-Carbon Found, di Hotel MJ Jalan KH Khalid, Samarinda, Sabtu (7/9).

Daddy menerangkan, FCPF merupakan satu-satunya program di Indonesia untuk mengurangi emisi karbon. "Kalau sampai gagal, negara global bisa buat opini bahwa Indonesia belum mampu melindungi hutan-hutannya," ujar Daddy yang juga guru besar Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda itu.

"Saya tidak tertarik soal ibu kota negara baru. Saya lebih tertarik bahas dampaknya. FCPF penting, kalau banyak bukaan lahan, emisi akan naik. Ini soal krusial," tegasnya.

Kendati demikian, menurut Daddy, dia sendiri belum tahu persis di mana lokasi IKN akan dibangun di Penajam Paser Utara (PPU) dan di Kutai Kartanegara, yang memiliki banyak kawasan kehutanan.

"Semoga saja dibangun di kawasan yang tidak banyak hutannya. Kaltim sedang siapkan penurunan emisi karbon melalui program FCPF. Jangan sampai ibu kota baru, mengganggu FCPF," demikian Daddy. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini