Pemilik Toko Bangunan jadi Tersangka Korupsi Bantuan Rehab Rumah Miskin di Jember

Selasa, 10 September 2019 20:09 Reporter : Muhammad Permana
Pemilik Toko Bangunan jadi Tersangka Korupsi Bantuan Rehab Rumah Miskin di Jember Pemilik Toko Bangunan Jadi Tersangka Korupsi di Jember. ©2019 Merdeka.com/Muhammad Permana

Merdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember kembali menetapkan tersangka baru dalam proyek pengadaan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2017 di Jember. Tersangka berinisial MRS, pemilik toko bahan bangunan di Kaliwates, Jember.

"Tersangka MRS ini yang bersama dengan tersangka sebelumnya (DLP) mengatur pembelian bahan bangunan untuk pembangunan proyek rehab Rumah Tidak Layak Huni di Jember," kata Kasi Intel Kejari, Agus Budiarto, saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (10/9).

Usai diperiksa secara maraton, MRS dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Dia ditahan di Lapas Kelas II A Jember.

Sebelumnya, Kejari juga menetapkan tersangka DLP dan langsung menahannya pada Jumat (06/09) lalu. "Dua tersangka masih sama-sama swasta. Nanti kalau memang mungkin ada tersangka dari ASN, akan kami sampaikan. Penyidikan masih terus berlanjut," papar Agus.

Pada Senin (09/09) kemarin, Kejari Jember juga memeriksa seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember, terkait pelaksanaan proyek ini. Namun Agus enggan menyebutkan identitas, inisial ataupun instansi dari ASN tersebut.

Dalam proyek ini, total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp400 juta, dari total anggaran negara sebesar sekitar Rp3,5 Miliar.

Menurut Agus, peran kedua tersangka adalah memotong dana atau material yang seharusnya diterima oleh penerima bantuan. Dalam proyek ini, total terdapat 195 kepala keluarga yang menerima bantuan perbaikan rumahnya yang tidak layak huni dari Pemkab Jember. Masing-masing penerima seharusnya menerima bantuan material senilai Rp15 juta. Namun dalam realisasinya, penerima bantuan hanya menerima bantuan material bervariasi, antara Rp8 juta hingga Rp10 juta.

"Pengurangan itu yang kemudian diakumulasi dan dibagi antara DLP dan MRS," jelas Agus.

Kejari Jember, lanjut Agus berjanji akan terus mengembangkan penyidikan kasus ini. "Jika nanti ditemukan indikasi penyimpanan, akan ditetapkan lagi (tersangkanya, red). Saksi dari dinas terkait sudah ada yang dimintai keterangan. Masih ada kemungkinan menetapkan tersangka lain," lanjut Agus.

Akibat dikorupsi, beberapa rumah keluarga miskin yang mendapatkan bantuan tersebut, banyak yang tidak selesai proses rehabnya. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. Jember
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini