Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembunuh Tetangga di Ogan Ilir Ngaku Didatangi dalam Mimpi: Korban Minta Maaf

Pembunuh Tetangga di Ogan Ilir Ngaku Didatangi dalam Mimpi: Korban Minta Maaf

Pembunuh Tetangga di Ogan Ilir Ngaku Didatangi dalam Mimpi: Korban Minta Maaf

SR (59) ditangkap polisi setelah sebulan buron karena membunuh tetangganya sendiri, HR (47). Pelaku mengajak serta anaknya melakukan kejahatan itu yang kini menjadi buronan.

Pria ini diamankan saat pulang ke kampung halamannya di Desa Kasih Raja, Lubuk Keliat, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Dia nekat balik karena diminta istrinya membantu menanam padi di sawah.

Sebelumnya, SR melarikan diri ke Palembang dan Bandung. Di dua kota itu, SR menyambung hidup dengan bekerja buruh bangunan.

Tersangka berdalih menaruh dendam lama kepada korban. Sepuluh tahun hidup bertetangga, mereka tidak pernah akur.

Mereka sering terlibat cekcok mulut hanya karena persoalan sepele. Korban juga menurut tersangka pernah menganiaya anaknya hingga amarah semakin menjadi.
Usut punya usut, permasalahan antara korban dan tersangka dipicu ketersinggungan saat bekerja di sebuah proyek bangun rumah sepuluh tahun silam. Keduanya bekerja sebagai tukang di tempat itu dan satu sama lain tidak saling tegur seusai selisih paham.

"Korban dan tersangka ribut di tempat kerjaan sepuluh tahun lalu, tersangka menaruh dendam," ungkap Kapolsek Tanjung Batu AKP Sondi Fraguna, Kamis (16/5).

Emosi tersangka memuncak begitu anaknya dianiaya korban.

Dia pun mengatur rencana menghabisi korban sebagai balas dendam.

Pada Sabtu (7/4) malam, tersangka mengajak anaknya membunuh tetangganya itu. Korban ditemukan tewas di depan rumahnya dengan luka berat di sekujur tubuhnya, terparah di leher, perut, punggung, dan tangan kiri akibat senjata tajam.


Seusai kejadian, SR dan anaknya kabur. Beberapa hari kemudian, tersangka mengaku didatangi korban dalam mimpinya.

Dia mengatakan, korban menyampaikan permintaan maaf dan dimaafkan tersangka.

Pengakuan itu membuat polisi bingung karena ulah tersangkalah membuat korban mati, tetapi justru korban yang minta maaf. "Tersangka bilang korban datangi mimpinya dan minta maaf. Saya pastikan lagi karena tidak mungkin begitu, salah kali," kata Sondi.


"Dia jawab benar begitu. Saya tanya lagi, berarti dia (korban) yang salah, bukan bapak, dan diiyakannya," sambung Sondi.

Terlepas pengakuan itu, tindakan tersangka tidak dibenarkan secara hukum. Dia terancam dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan orang meninggal dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

"Kami buru anak tersangka yang turut membunuh korban, mudah-mudahan cepat tertangkap," kata Sondi.

30 Kata-Kata Minta Maaf Nisfu Syaban, Pererat Silaturahmi di Malam Mulia
30 Kata-Kata Minta Maaf Nisfu Syaban, Pererat Silaturahmi di Malam Mulia

Meminta maaf di momen Nisfu Syaban akan melengkapi keberkahan yang turun di malam kemuliaan tersebut.

Baca Selengkapnya
Penemuan Jasad Lelaki Tergantung dengan Tangan Terikat ke Belakang
Penemuan Jasad Lelaki Tergantung dengan Tangan Terikat ke Belakang

Korban sempat cekcok dengan istrinya hingga sang istri meninggalkannya.

Baca Selengkapnya
Cium Tangan dan Minta Maaf, Sopir Katering Mengaku Berkendara Ugal-Ugalan Sebelum Dipukul Anggota TNI AL
Cium Tangan dan Minta Maaf, Sopir Katering Mengaku Berkendara Ugal-Ugalan Sebelum Dipukul Anggota TNI AL

Keributan Sopir Katering dengan Anggota TNI AL berakhir damai

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Ditemui Keluarga Pelaku, Orangtua Remaja Perempuan Korban Penganiayaan di Ciputat Tolak Damai
Ditemui Keluarga Pelaku, Orangtua Remaja Perempuan Korban Penganiayaan di Ciputat Tolak Damai

Nida bersama suaminya kemudian membuat laporan Polisi.

Baca Selengkapnya
Usai Kesurupan Mengaku Diserang Buaya Putih, Wanita di Cengkareng Diduga Bunuh Diri
Usai Kesurupan Mengaku Diserang Buaya Putih, Wanita di Cengkareng Diduga Bunuh Diri

Korban ditemukan tewas di aliran kali Mookervart Cengkareng

Baca Selengkapnya
Usai Dilantik Jadi Petugas Pemilu, Pemuda di Jember Bunuh Diri di Sumur Tua
Usai Dilantik Jadi Petugas Pemilu, Pemuda di Jember Bunuh Diri di Sumur Tua

Sebelum bunuh diri, korban sempat mengaku rindu pada almarhum ayahnya.

Baca Selengkapnya
27 Pantun Terima Kasih Lucu Singkat, Menghibur dan Penuh Makna
27 Pantun Terima Kasih Lucu Singkat, Menghibur dan Penuh Makna

Pantun terima kasih lucu untuk orang-orang terdekat bisa diberikan langsung atau melalui media sosial.

Baca Selengkapnya
Pengakuan Kocak Arafah Rianti dan Halda Ngaku Lebih Dekat dengan Tetangga Dibandingkan Keluarga
Pengakuan Kocak Arafah Rianti dan Halda Ngaku Lebih Dekat dengan Tetangga Dibandingkan Keluarga

Siapa sangka jika kakak beradiik Arafah dan Halda ternyata dulunya tak pernah ngobrol. Padahal mereka tinggal satu rumah.

Baca Selengkapnya
4 Sekeluarga Tewas Diduga Dirampok di Musi Banyuasin, Rumah Korban Jauh dari Permukiman
4 Sekeluarga Tewas Diduga Dirampok di Musi Banyuasin, Rumah Korban Jauh dari Permukiman

Korban HR merupakan pedagang ponsel keliling. Dia tinggal bersama tiga korban lain, yakni ibunya dan dua anaknya sejak bercerai dengan istrinya dua tahun lalu.

Baca Selengkapnya