Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembunuh Sekuriti SPBU yang Umumkan Aksinya di Masjid Dikenal Sebagai Preman

Pembunuh Sekuriti SPBU yang Umumkan Aksinya di Masjid Dikenal Sebagai Preman Pelaku pembunuhan sekuriti SPBU di Jember. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Usai menjalani visum di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung, jenazah Tumin (55) dimakamkan oleh keluarga. Pria malang tersebut dimakamkan di pemakaman umum desa tidak jauh dari rumah dan tempat korban bekerja, yakni di Desa Jambearum, Kecamatan Puger, Jember.

Di mata warga sekitar, korban Tumin selama ini dikenal sederhana dan bijaksana. "Beliau ini orangnya baik sekali mas, makanya disegani oleh warga sekitar. Mungkin karena itu, beliau dipekerjakan di SPBU ini," ujar Ridwan, tetangga korban kepada wartawan, Rabu (9/10).

Tidak heran, jika pemakaman korban juga dihadiri banyak warga sekitar yang bersimpati.

Korban Tumin sudah setahun terakhir bekerja di SPBU Jambearum, Puger. Sebagai penjaga malam, korban selalu berada di SPBU sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Jarak rumah korban dengan SPBU sekitar 500 meter.

Ridwan berharap, pelaku bisa diberi hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Sebab, pelaku Iwan selama ini dikenal preman kampung yang arogan.

"Dia itu memang preman. Sering bawa senjata tajam. Semoga ada keadilan, agar tidak meresahkan warga kalau bebas. Karena dulu dia juga pernah menganiaya warga lain," papar Ridwan.

Pernyataan serupa dikemukakan Sumarno, tetangga korban dan pelaku. "Pak Tumin itu sering cangkruk (nongkrong) bareng Iwan di SPBU. Bahkan Pak Tumin sering beri uang ke Iwan sambil menasihati, kalau mau mabuk, jangan di SPBU sini," tutur Sumarno, salah satu warga sekitar yang mengenal pelaku dan korban.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP