Pembunuh Anak Tiri di Malang Berdalih Ingin Memberi Pelajaran

Sabtu, 2 November 2019 05:31 Reporter : Darmadi Sasongko
Pembunuh Anak Tiri di Malang Berdalih Ingin Memberi Pelajaran Pembunuh Anak Tiri di Malang. ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Ery Age Anwar (36), ayah pembunuh anak tiri di Kota Malang berdalih hanya ingin memberi pelajaran anaknya. Namun tindakan menginjak Agnes Arnelita (3) yang masih balita sebanyak tiga kali.

"Cuma pingin ngasih pelajaran buat anak," aku Anwar dengan suara lirih di Mapolresta Malang, Jumat (1/11).

Anwar dengan tangan terborgol mengakui perbuatannya, setelah sempat membuat alibi kalau anak tirinya itu tewas tenggelam di bak kamar mandi. Pria asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu pun mengaku sudah beberapa kali main tangan hingga korban meninggal dunia.

"Kalau memukuli jarang, tapi sering nyubit di lengan sama kaki. Dia sering buang air sama pipis sembarangan," katanya.

Bayi Agnes mengalami pendarahan di usus besarnya sehingga menyebabkan korban meninggal dunia. Belakangan diketahui korban dianiaya ayah tirinya yang emosi lantaran balita tersebut buang air besar di celana.

Pelaku mengguyur air ke tubuh korban yang saat itu menangis sebelum kemudian terjatuh dan diinjaknya dua kali di punggung dan satu kali perut korban. Korban pun kesulitan bernapas dan kejang-kejang, sebelum kemudian, tersangka mengoleskan minyak telon.

"Tersangka juga sempat memegang kaki dengan posisi kepala di bawah, agar korban bisa bernapas. Namun itu juga tidak berhasil," kata AKBP Dony Alexander, Kapolres Malang Kota.

Pelaku juga mengaku memanaskan kaki korban di kompor dengan dalih menghangatkan tubuhnya yang terus menggigil. Tetapi anehnya ditemukan luka bakar di telapak kaki korban.

"Telapak kaki korban ada luka bakar, katanya untuk memanaskan, dengan alasan korban menggigil," ujar Dony.

Korban dibawa ke Rumah Sakit Reva Husada, sebelum dinyatakan sudah meninggal dunia. Jenazah korban pun berencana dimakamkan di rumah keluarga Hermin.

Namun keluarga Hermin melihat kejanggalan adanya bekas penganiayaan di tubuh korban, akhirnya dilaporkan ke polisi.

Sementara saat kejadian, Hermin Susanti istri pelaku tidak berada di rumah. Hermin yang bekerja sebagai agen pemasaran property sedang berada di kantornya.

"Statusnya masih sebagai saksi, masih kita dalami," tutup Dony.

Baca Selanjutnya: Keluarga Tertutup...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini