Pelatih Madura United Carlos Parreira Takjub Kemegahan SUGBK, Ingat Atmosfer Piala Dunia
Pelatih Madura United Carlos Parreira mengungkapkan rasa takjubnya terhadap kemegahan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), mengingatkannya pada stadion Piala Dunia dan memotivasinya untuk laga penting.
Pelatih kepala Madura United, Carlos Parreira, menyatakan kekagumannya terhadap kemegahan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta. Perasaan takjub ini muncul menjelang pertandingan penting melawan tuan rumah Persija Jakarta dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam, 23 Januari 2026, pukul 19.00 WIB, di hadapan puluhan ribu penonton yang diperkirakan akan memadati stadion.
Parreira, yang merupakan pelatih asal Brasil, teringat akan pengalaman berharganya di ajang Piala Dunia setelah melihat megahnya SUGBK. Ia pernah merasakan atmosfer stadion-stadion kelas dunia saat menjadi asisten pelatih timnas Afrika Selatan pada Piala Dunia 2010. Pengalaman serupa juga dirasakannya ketika menjadi analisator bersama timnas Brasil di Piala Dunia 2014, mengunjungi berbagai venue pertandingan internasional.
Kekaguman Parreira terhadap SUGBK begitu mendalam, bahkan ia mengaku tidak terkejut karena sudah mengetahui reputasi stadion tersebut sebelumnya. Namun, ia tetap merasa sangat mengagumi arsitektur dan fasilitas yang ditawarkan oleh stadion berkapasitas hampir 80.000 penonton ini. Pelatih berusia 44 tahun itu bahkan menyempatkan diri untuk berswafoto sebagai kenang-kenangan atas momen istimewa tersebut.
Pengalaman Piala Dunia dan Kekaguman pada SUGBK
Carlos Parreira memiliki rekam jejak panjang dalam kancah sepak bola internasional, termasuk keterlibatannya di dua edisi Piala Dunia. Pada Piala Dunia 2010, ia bertugas sebagai asisten pelatih timnas Afrika Selatan dan berkesempatan merasakan langsung atmosfer laga pembuka. Pengalaman ini memberinya perspektif unik tentang standar stadion kelas dunia yang mampu menyelenggarakan turnamen sebesar Piala Dunia.
Tidak hanya itu, Parreira juga menjadi bagian dari staf teknis timnas Brasil pada Piala Dunia 2014, di mana perannya sebagai analisator memungkinkannya mengunjungi berbagai stadion. Pengalaman-pengalaman ini menjadi tolok ukur baginya untuk menilai kualitas sebuah venue. Oleh karena itu, pujiannya terhadap SUGBK bukan sekadar basa-basi, melainkan datang dari seorang profesional yang berpengalaman.
“Stadion ini (SUGBK) luar biasa,” kata Parreira saat jumpa pers prapertandingan di Jakarta, Kamis. Ia menambahkan, “Saya tidak terkejut sebenarnya karena sudah tahu tentang stadion ini tapi tetap ini sangat mengagumkan.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa SUGBK berhasil memenuhi bahkan melampaui ekspektasinya, meski ia sudah memiliki gambaran awal tentang stadion tersebut.
Saking takjubnya, pelatih Madura United ini bahkan mengambil beberapa swafoto di SUGBK. “Saya mengambil beberapa foto karena saya butuh untuk mengunggahnya (di media sosial) karena (tampilannya) sangat cantik,” ungkapnya. Momen ini menggarisbawahi betapa impresifnya SUGBK di mata Parreira, yang merasa perlu mengabadikan dan membagikan keindahan stadion tersebut.
Tantangan Madura United di BRI Super League
Meskipun sedang dalam euforia kekaguman terhadap SUGBK, Carlos Parreira juga dihadapkan pada tantangan besar bersama Madura United. Sejak menakhodai tim, pelatih berusia 44 tahun ini baru mencatatkan satu kemenangan dari enam pertandingan yang telah dilakoni. Satu-satunya kemenangan tersebut diraih saat menghadapi Semen Padang, tim yang berada di zona degradasi, dengan skor telak 5-1.
Posisi Madura United di klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 juga menunjukkan situasi yang kurang menguntungkan. Tim berjuluk Laskar Sape Kerab ini berada di papan bawah, tepatnya peringkat ke-14 dengan 17 poin. Kondisi ini sangat kontras jika dibandingkan dengan lawan mereka, Persija Jakarta, yang menempati peringkat ketiga dengan 35 poin.
Meski demikian, Parreira menegaskan bahwa timnya tidak gentar menghadapi kekuatan Persija Jakarta yang akan didukung penuh oleh The Jakmania. Ia justru berharap para suporter Persija datang berbondong-bondong ke SUGBK dan menciptakan atmosfer yang riuh. Menurutnya, hal tersebut justru akan memotivasi timnya, meskipun berstatus sebagai tim tamu.
“Saya berharap, para suporter Persija datang (ke GBK) dan membawa energi untuk pertandingan ini,” kata Parreira. Ia menambahkan, “Hal itu juga akan memotivasi tim kami meski berstatus tim tamu, kami ingin suporter lawan membuat atmosfer yang berisik.” Parreira percaya bahwa atmosfer semacam itu akan meningkatkan kualitas pertunjukan dalam pertandingan, dan ia sangat antusias untuk merasakannya.
Sumber: AntaraNews