Pedagang telur penyu dibekuk saat sedang berjualan
Merdeka.com - Rival Patra (16), warga Jalan Yos Sudarso, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, diamankan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat. Rival ketahuan berjualan telur penyu. Kepada petugas, Rival mengaku mendapat telur penyu dari Kepulauan Riau.
Rival diamankan Sabtu (24/9), setelah petugas mengendus aktivitas perdagangan telur penyu di kawasan Jalan Yos Sudarso. Rival akhirnya ditemukan tim gabungan Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Balai Penegakkan Hukum Pontianak bersama tim polisi hutan BKSDA Kalbar, tidak jauh dari rumahnya, di jalan yang sama.
"Dia (Rival Putra) kita tangkap saat sedang berjualan telur penyu di tepi Jalan Yos Sudarso. Disaksikan warga sekitar, kita temukan 125 butir telur, dan peralatan dagangnya," kata Kepala BKSDA Kalbar Sustyo Iriono kepada wartawan di Pontianak, Minggu (25/9).
Saat diinterogasi petugas, Rival mengaku disuruh saudara sepupunya yang juga tinggal di Pontianak. Telur yang didatangkan dari Tanjung Pinang itu, dijual seharga Rp 2.500 per butirnya.
"Pelaku mengaku baru dua kali berjualan telur penyu. Pertama tanggal 18 September, dan saat kami temukan dan amankan dia," ujar Iriono.
Rival bersama barang buktinya, sempat menjalani pemeriksaan penyidik SPORC di kantornya di Pontianak. Mengingat dia masih berusia di bawah umur, penyidik turut mendatangkan orang tua.
"Kita lakukan pembinaan kepada pelaku, dan kita minta menandatangani surat pernyataan bermaterai, yang isinya tidak akan mengulangi lagi perbuatannya," terang Iriono.
"Barang bukti 125 butir telur penyu diamankan di markas SPORC. Kasus ini tengah kita kembangkan ke arah penyuplai telur penyu, yang terindikasi sebagai jaringan perdagangan telur penyu di Pontianak," demikian Iriono menuturkan.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya