Pasar Tematik Bilebante di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini menjadi pilihan utama bagi masyarakat setempat untuk berburu takjil dan aneka kuliner tradisional. Destinasi ini menawarkan beragam hidangan lezat untuk berbuka puasa. Pasar ini buka setiap hari selama bulan Ramadhan, menarik banyak pengunjung dari berbagai kalangan.
Berlokasi strategis di tengah hamparan persawahan, pasar ini menyajikan pemandangan indah, terutama saat senja tiba. Konsep pasar yang unik dengan penggunaan mata uang khusus menambah daya tarik tersendiri. Ini memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda dan berkesan bagi setiap pengunjung.
Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut meramaikan pasar ini dengan menjajakan berbagai produk makanan dan minuman. Kehadiran pasar ini tidak hanya memenuhi kebutuhan takjil, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Pasar Tematik Bilebante beroperasi mulai pukul 15.00 WITA hingga menjelang Magrib.
Advertisement
Advertisement
Pengalaman Berbelanja Unik di Tengah Sawah
Pasar Tematik Bilebante menawarkan pengalaman berbelanja yang tidak biasa bagi pengunjungnya. Terletak di kawasan khusus yang diapit oleh lahan persawahan, pasar ini menyuguhkan suasana pedesaan yang asri dan menenangkan. Pemandangan hijau sawah menjadi latar belakang yang indah saat berburu takjil.
Salah satu keunikan utama Pasar Tematik Bilebante adalah sistem pembayarannya. Pengunjung diwajibkan menukarkan uang rupiah dengan "kepeng", mata uang khusus berbentuk koin kayu. Sistem ini tidak hanya menambah nuansa tradisional tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri.
Belasan unit bangunan berukuran empat meter persegi menjadi rumah bagi para UMKM yang menjajakan dagangannya. Berbagai kuliner tradisional tersedia, mulai dari serabi lak-lak, bubur sumsum, pecel, hingga jamu tradisional. Ada juga menu unik seperti bakso rumput laut, ayam rangkat, sambal belut, dan sate jamur.
Advertisement
Advertisement
Kuliner Ramah Kantong dan Daya Tarik Pengunjung
Harga makanan dan minuman di Pasar Tematik Bilebante sangat terjangkau, berkisar antara Rp3.000 hingga Rp15.000. Kisaran harga ini menjadikan pasar ini pilihan populer bagi warga yang ingin menikmati sajian berbuka puasa tanpa perlu mengeluarkan biaya besar. Keterjangkauan harga menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Banyak pengunjung, seperti Hafidz (14 tahun) dari warga setempat, mengaku sering datang ke Pasar Tematik Bilebante untuk berbelanja takjil. Dengan uang Rp10.000, ia bisa mendapatkan jasuke (jagung, susu, keju) dan es kelapa muda. Ini menunjukkan bahwa pasar ini ramah di kantong berbagai kalangan.
Kehadiran mushola yang cukup besar di bagian depan pasar, berdekatan dengan area parkir, juga menambah kenyamanan. Fasilitas ini memungkinkan pengunjung untuk beribadah dengan tenang setelah berbelanja. Pasar ini memang dirancang untuk kenyamanan dan kemudahan pengunjung.
Advertisement
Advertisement
Mengukuhkan Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif
Keberadaan Pasar Tematik Bilebante semakin memperkuat status Desa Bilebante sebagai destinasi wisata unggulan. Sebelumnya, Desa Bilebante telah meraih penghargaan sebagai juara umum Desa Wisata Terbaik Nasional dalam ajang Wonderful Indonesia Awards 2025. Penghargaan ini berkat konsep pariwisata hijau yang diusungnya.
Pasar ini menegaskan peran penting desa wisata sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif di Kabupaten Lombok Tengah. Ini bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga etalase bagi produk-produk lokal dan potensi ekonomi desa. Pasar ini menjadi motor penggerak bagi UMKM setempat.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Sintha Agathia, berharap Pasar Tematik Bilebante dapat menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi. Ia mengajak masyarakat untuk aktif berbelanja di pasar ini guna memperkuat ekonomi penduduk setempat. Sintha juga mengundang warga untuk tidak bingung mencari menu berbuka puasa dan datang ke bazar Ramadhan Pasar Tematik Bilebante.
Advertisement
Sumber: AntaraNews