Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Partisipasi Pemilih Pilkada Serentak di Sumsel Lampaui Target

Partisipasi Pemilih Pilkada Serentak di Sumsel Lampaui Target Ilustrasi Pilkada. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Partisipasi pemilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Sumatera Selatan melampaui target. Selama pelaksanaan pencoblosan juga diterapkan protokol kesehatan.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel Amrah Muslimin mengungkapkan, secara umum partisipasi pemilih di atas 80 persen, atau jauh dari target 77,5 persen. Dengan rincian, di Musi Rawas partisipasi pemilih di angka 80 persen, Penukal Abab Lematang Ilir 80 persen, dan Ogan Ilir 81,28 persen.

Kemudian Ogan Komering Ulu Timur 79 persen dan Musi Rawas Utara 80,42 persen. Sementara partisipasi pemilih di dua kabupaten yang hanya memiliki pasangan calon tunggal mengalami perbedaan.

Yakni di Ogan Komering Ulu hanya 71,19 persen, sedangkan di Ogan Komering Ulu Selatan mencapai 85 persen. Partisipan di OKU Selatan menjadi yang tertinggi dibanding enam pilkada lain.

"Alhamdulillah secara umum partisipasi pemilih melebihi target, terlebih di dua kabupaten yang memiliki calon tunggal," ungkap Amrah, Jumat (11/12).

Menurut dia, banyak faktor yang mempengaruhi tingginya angka pemilih. Yakni calon yang diusung partai politik diterima masyarakat, strategi sosialisasi melalui media sosial efektif, peran kampanye paslon, meningkatnya kesadaran masyarakat Sumsel dalam berpolitik, dan terjaminnya keamanan oleh petugas kepolisian dan TNI.

"Dan ternyata penerapan protokol kesehatan secara ketat di TPS meyakinkan pemilih tidak takut menyalurkan hak pilihnya," kata dia.

Amrah juga menyoroti tingginya partisipasi pemilih di Kabupaten OKU Selatan. Sejak awal di kabupaten itu tidak ada tokoh atau elit politik yang ingin mencalonkan diri dalam pilkada. Hal ini disebabkan elektabilitas petahana sangat tinggi sehingga semua partai politik mengusung paslon petahana.

Sementara di OKU sebelumnya banyak tokoh politik yang melakukan sosialisasi sebagai bentuk keinginan pencalonan. Namun, mereka tidak bisa mencapai 20 persen kursi di legislatif dan tak memenuhi syarat dari jalur independen sehingga calon petahana yang maju dan ditetapkan sebagai peserta pilkada.

"Khusus OKU, walaupun partisipasinya paling rendah, 71,19 persen, tapi saya kira cukup tinggi karena beberapa daerah di luar Sumsel partisipasinya ada yang 60 persen," pungkasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP