Partai Berkarya bantah kadernya tak bayar minum kopi saat pendaftaran caleg
Merdeka.com - DPD Partai Berkarya kota Tangerang Selatan mendatangi warung Kopi milik pasangan suami istri Naryo dan Ratna di Jalan Buana Kencana, Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (23/7/2018) kemarin.
Kedatangan tersebut, untuk menyelesaikan utang usaha kopi di warung pasangan suami istri, yang mengatasnamakan kader partai Berkarya. Kejadian ini sempat viral.
"Pada intinya bahwa kami dari partai berkarya merasa keberatan terkait berita yang viral atas nama partai Berkarya," kata Ketua DPC Partai Berkarya kota Tangerang Selatan, Subari Martadinata di kantor DPD Partai Berkarya di Jalan Surya Kencana, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (25/7).
Diakui Subari, kejadian minum kopi di warung milik Naryo dan Ratna pada masa pendaftaran Bacaleg Partai di hari Selasa (17/7) lalu benar adanya. Namun, dia membantah kadernya utang minum kopi seperti yang diberitakan sebelumnya.
"Setelah saya konfirmasi kepada teman-teman dan Bacaleg memang ada kejadian minum kopi, tapi kejadian itu (utang kopi) saya ketahui saat ramai berita ini," terang dia.
Akibat ramainya pemberitaan itu, kemudian DPD Partai Berkarya mengaku telah melunasi utang kopi tersebut senin (23/7) sore kemarin.
"Kemarin pukul 16.00 WIB kami datangi warung kopi itu, lalu melunasi sisa pembayaran Rp 519 ribu untuk dibayarkan. Kita telusuri bukan partai Berkarya, tapi ya sudah. Kami yang membayar. Karena di hari itu, ada kuning, merah, hijau dan Biru, jadi tidak benar itu adalah kader kami," ucap dia.
Sebelumnya diberitakan hanya diberi janji penjual kopi murung minumannya tak dibayar kader partai Berkarya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya