Pantai di Balikpapan Diduga Tercemar Limbah Minyak Mentah
Merdeka.com - Pantai Monpera Balikpapan, Kalimantan Timur, kembali tercemar tumpahan minyak mentah. Polisi sedang menyelidiki dugaan pencemaran berasal dari kebocoran minyak dari kapal yang lego jangkar di perairan Balikpapan.
Tumpahan minyak pertama kali terlihat Minggu (8/3) sore kemarin. Masyarakat sempat bingung menemukan ceceran minyak di pinggir pantai.
"Benar, awal informasi kami dapatkan dari masyarakat, kemudian kami cek ke lokasi," kata Kasubdit Penegakan Hukum Ditpolair Polda Kalimantan Timur Kompol Teguh Nugraha, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (9/3).
"Warna kehitaman pekat, ya sepanjang 1 mil," sambung Teguh.

Teguh menegaskan, saat ini tumpahan minyak sedang diselidiki. "Sekarang sedang kami lidik. Apakah itu dibuang dari darat, apakah ada kebocoran kapal, masih kita lidik. Kemudian, apakah itu benar minyak, limbah, atau solar, atau industri lainnya masih kami dalami," jelas dia.
Teguh menambahkan, penyelidikan ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan. "Kami ambil sampel, kita ujikan di laboratorium bersama DLH. Sekali lagi, apakah itu minyak, solar atau limbah lainnya, kita tunggu hasil laboratorium," demikian Teguh.
Diketahui, kobaran api di perairan laut Balikpapan pernah terjadi akibat tumpahan minyak pada Sabtu 31 Maret 2018 lalu. Tidak kurang 20 ABK WNA kapal MV Ever Judger dievakuasi, salah satunya luka bakar. Polisi menyebut kesemuanya adalah WN Tiongkok, dan kapal berasal dari China berbendera Panama.
Zhang Deyi, jadi tersangka lantaran jangkar MV Ever Judger, menyangkut dan mematahkan pipa minyak Pertamina di bawah laut Teluk Balikpapan. Peristiwa itu juga mematikan satwa dan biota laut di Balikpapan.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya