Panglima TNI ungkap Satgas Tinombala buru Santoso pakai drone TNI AU

Selasa, 19 Juli 2016 20:35 Reporter : Rizky Andwika, Faiq Hidayat
Panglima TNI ungkap Satgas Tinombala buru Santoso pakai drone TNI AU Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. ©2016 handout/Puspen TNI

Merdeka.com - Para personel Raider 515 Kostrad berhasil menembak mati Santoso, buron teroris paling diburu di Indonesia. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan menumpas Santoso tak hanya keberhasilan personel Raider 515 Kostrad, tetapi seluruh anggota Satgas Tinombala. Gatot mencontohkan andil TNI AU juga patut diapresiasi. Sebab, lewat drone yang dikemudikan TNI AU, Satgas Tinombala berhasil menemukan lokasi keberadaan Santoso.

"Kenapa AU? yang terbangkan drone yang selalu melihat posisi-posisinya," kata Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (19/7).

Gatot menyatakan keberhasilan memburu Santoso merupakan hasil dari sebuah kesabaran. Dia mengungkapkan personel harus berangkat sejak 13 hari sebelum baku tembak terjadi pada Senin (18/7). Tak hanya itu, para personel juga menempuh jarak 13 Km dengan memakan waktu tiga hari.

"Dan hanya bergerak malam hari, karena harus senyap supaya tidak terlihat dan selama 8 hari mengendap di tempat-tempat yang sudah dicurigai," katanya.

Seperti diketahui, anggota batalyon Raider 515 Kostrad menembak mati dua anggota Majelis Indonesia Timur (MIT) pimpinan Abu Wardah alias Santoso di pegunungan desa Tambarana kemarin.

Berdasarkan kronologis dari Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Rudy Sufahriadi, semula tim Alfa 29 dari Raiders TNI melakukan patroli di wilayah Tambrana di daerah pegunungan.

"Dari jarak antara 20 sampai 30 meter terlihat DPO sedang mandi kemudian didekati dan terjadilah baku tembak," kata Rudy saat dihubungi merdeka.com, Senin (18/7) malam.

Rudy mengatakan, baku tembak tersebut melibatkan tiga anggota MIT lainnya yang berada tak jauh dari dua rekannya saat mandi. Namun tiga anggota MIT itu berhasil lolos saat baku tembak tersebut.

"Melarikan diri tiga orang. Dua perempuan satu laki-laki," kata Rudy.

Dua perempuan itu diketahui Istri Santoso bernama Jumiatun Muslimayatun, berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat dan Nurmi Usman yang juga berasal dari Nusa Tenggara Barat. Satu pria lain bernama Basri yang merupakan suami dari Nurmi Usman. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini