Panglima TNI: Kalau Dwifungsi ABRI lahir lagi, potong leher saya
Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan bahwa TNI akan tetap pada posisi netral saat mengawal pemilu 2014 mendatang. Bahkan mantan KASAD ini siap mempertaruhkan kepalanya jika dwifungsi ABRI muncul lagi.
"Sulit jadi tentara berbuat baik saja dicurigai tapi saya gak peduli selama itu baik untuk rakyat jalanlah dalam hal sosial budaya. Tidak ada politik, negara manapun punya peraturan seperti itu. Dwifungsi ABRI tidak akan lahir lagi kalau lahir potong leher saya," katanya kepada wartawan, usai melihat acara gladi bersih jelang peringatan HUT TNI ke 68, di Halim Perdanakusuma, Kamis (3/9).
Moeldoko juga mengatakan, netralitas TNI dalam mengawal pemilu itu bukan hanya ditunjukkan pada sikap, melainkan harus didasari dengan niat para prajurit TNI untuk tidak berpihak kepada siapapun nantinya.
"Kita melarang prajurit dan komandannya. Kita tarik kalau aneh-aneh termasuk sarana dan prasarana dilarang untuk parpol. Seandainya saya punya gedung dipinjam tidak boleh, truk buat kampanye tidak boleh, kalo terbukti kita akan copot siapapun dia," tegasnya.
Untuk diketahui, dwifungsi adalah suatu doktrin di lingkungan militer Indonesia yang menyebutkan bahwa TNI memiliki dua tugas, yaitu pertama menjaga keamanan dan ketertiban negara dan kedua memegang kekuasaan dan mengatur negara. Dengan peran ganda ini, militer diizinkan untuk memegang posisi di dalam pemerintahan.
Konsep dwifungsi TNI pertama kali muncul dalam bentuk konsep "Jalan Tengah" yang diusulkan pada tahun 1958 oleh Jenderal AH Nasution, pimpinan TNI-AD pada saat itu, kepada Presiden Soekarno untuk memberikan peluang bagi peranan terbatas TNI di dalam pemerintahan sipil.
Gladi bersih HUT TNI
Peringatan Dirgahayu ke 68 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada tanggal 5 Oktober 2013 mendatang, akan diselenggarakan di Landasan Udara Skuadron 2 Halim Perdanakusuma. Dalam acara ini nantinya akan dipamerkan seluruh alutsista (alat utama sistem senjata) dari seluruh angkatan TNI.
Panglima TNI Jendral Moeldoko mengatakan, HUT TNI kali ini akan mengangkat tema 'Profesional, Militan, Solid dan Bersama Rakyat TNI Kuat'. Moeldoko menjelaskan dengan mengangkat tema ini ia berharap ke depannya TNI dapat lebih bersinergi lagi dengan rakyat dan dapat mewujudkan TNI yang semakin tangguh dan handal.
"Prajurit juga harus militan dalam segala hal karena hanya dengan kekuatan bersama-sama akan menjadi kekuatan yang dahsyat. Untuk itulah apabila dengan rakyat maka TNI akan kuat. Hanya dengan rakyat TNI akan kuat," kata Jendral Moeldoko , Kamis (3/10).
Pantauan merdeka.com, gladi bersih yang dilakukan hari ini, pasukan gabungan TNI memperagakan berbagai macam atraksi, di antaranya yaitu peragaan bela diri, senam balok, simulasi halang rintang, senam LCL atau perahu karet. Sebanyak 600 anggota TNI gabungan ikut serta dalam atraksi ini.
Tak hanya itu, atraksi menegangkan terjun payung free fall juga diperagakan. Sebanyak 100 pasukan gabungan mengikuti aksi terjun payung menegangkan ini. Dalam atraksi terjun payung ini beberapa pasukan terlihat membawa beberapa korps pasukannya seperti bendera raksasa Mabes TNI.
Sebelum melakukan atraksi, seluruh pasukan TNI yang hadir mengikuti simulasi upacara Dirgahayu TNI yang disaksikan langsung oleh Inspektur Upacara Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan didampingi Kasad Jenderal TNI Budiman, Kasal Laksamana TNI Masetio, dan Kasau Marsekal TNI IB Putu Dunia.
Moeldoko menjelaskan, setelah melihat acara gladi bersih ini, ia berpikir nantinya perayaan HUT TNI yang ke-69 pada tahun 2014 nanti akan diselenggarakan di Surabaya. (mdk/tts)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya