Pangdam XIV/Hasanuddin Ingatkan Dandim Kendari Baru dan Keluarga Agar Bijak Bermedsos

Sabtu, 12 Oktober 2019 14:27 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Pangdam XIV/Hasanuddin Ingatkan Dandim Kendari Baru dan Keluarga Agar Bijak Bermedsos Mayjen TNI Surawahadi. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi usai pelepasan dan pelantikan pejabat baru Komandan Kodim 1417/ Kendari, Sulawesi Tenggara siang ini, Sabtu, (12/10) mengingatkan untuk berhati-hati gunakan jemari di media sosial. Dia mengibaratkan jemari itu seperti peluru saat digunakan dalam media sosial.

"Jemari itu kalau bermain di medsos, bagaikan peluru. Kalau sudah keluar, susah dicabut. Apalagi jika sudah tersebar ke mana-mana. Jadi tidak boleh sembarangan," kata Mayjen TNI Surawahadi.

Kepada Kolonel Inf Alamsyah, pengganti Kolonel Inf Hendi Suhendi sebagai Dandim 1417/Kendari, Mayjen TNI Surawahadi mengingatkan banyak hal. Tetapi yang utama adalah soal penggunaan media sosial.

"Tadi saya panggil (Kolonel Inf Alamsyah) ke ruangan Danrem. Saya pesankan beberapa hal utamanya masalah media sosial itu, yang sensitif itu supaya sampai satuan jajaran terendah baik itu bapak-bapak TNI nya, PNS nya, ibu Persit dan anak-anaknya agar hati-hati bermedia sosial," kata Pangdam XIV/Hasanuddin ini yang wilayah kerjanya di tiga propinsi yakni Sulsel, Sulbar dan Sultra.

Adapun hal lain yang dipesankan menyangkut tugas-tugas kewilayahan, potensi wilayah harus digunakan untuk potensi pertahanan, dekat dengan rakyat, membantu hal-hal yang bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa membeberkan adanya istri prajurit berkomentar nyinyir terkait penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto. Komentar itu kemudian viral di media sosial.

"Pertama kepada individu yang juga merupakan istri dari anggota TNI AD, yang pertama berinisial IPDN, dan yang kedua adalah LZ," kata Andika di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).

Diketahui IPDN merupakan istri dari Komandan Kodim Kendari, Kolonel HS. Sedangkan LZ istri dari Sersan Dua inisial Z yang bertugas di Detasemen Kavaleri Berkuda Bandung.

Kedua wanita itu nantinya akan diarahkan ke peradilan umum. Mereka dianggap melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Untuk posisi sang suami, kata Andika, Kolonel HS dan Sersan Dua Z dianggap telah memenuhi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 yaitu Hukum Disiplin Militer.

"Konsekuensinya Kolonel HS sudah saya tandatangani surat perintah melepas dari jabatannya dan akan ditambah dengan hukuman disiplin militer berupa penahanan selama 14 hari. Penahanan ringan selama 14 hari," ujarnya.

"Begitu juga dengan Sersan Z, telah dilakukan surat perintah melepas dari jabatannya dan kemudian menjalani proses hukuman disiplin militer," tambahnya.

Andika mengaku sudah menandatangani proses serah terima atau pelepasan administrasi. Menurutnya, besok akan dilepas oleh Panglima Kodam di Makassar karena masuk di Kodam Hasanuddin yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini