Palsukan tanda tangan orang tua saat nikah, Mariani terancam melahirkan di penjara

Kamis, 14 September 2017 01:28 Reporter : Masfiatur Rochma
ilustrasi. ©REUTERS/Athit Perawongmetha

Merdeka.com - Mariani Setyowati, terdakwa pemalsuan tanda tangan terancam melahirkan di dalam tahanan. Sebab, Mariani yang sekarang ini sedang mengandung sekitar 27 minggu itu dituntut 8 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjung, saat di persidangan Pengadilan Negeri Surabaya.

Jaksa Didik Yudha menilai, perbuatan terdakwa yang melakukan pemalsuan tanda tangan orang tuanya. Hal itu dilakukan, karena pernikahan Mariani Setyowati dengan Pralampita Deddy Purnama Putra tidak mendapat restu dari ibunya.

Dimana pemalsuan tanda tangan dilakukan terdakwa Mariani itu pada surat pernyataan. Bahwa, terdakwa itu belum pernah menikah, memalsukan tanda tangan orang tuanya. Dengan maksud, agar pernikahannya itu bisa lancar dalam pengurusan surat nikah di kelurahan.

Hal tersebut dianggap oleh jaksa, perbuatan terdakwa melanggar pasal 263 KUH Pidana, tentang pemalsuan dokumen. "Dengan ini memberikan tuntutan 8 bulan penjara terhadap terdakwa," kata JPU Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, Didik Yudha, Rabu (13/9).

Mendengar tuntutan tersebut, terdakwa menangis di hadapan hakim. Bahkan, hakim yang memimpin persidangan di ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Sarwedi menanyakan pada terdakwa.

"Apakah Anda (terdakwa Mariani) merasa keberatan atau sudah pas dengan tuntutan jaksa?" tanya Hakim Ketua, Sarwedi.

Dengan suara tertahan tangis, Mariani menggelengkan kepala. "Tidak pak kasihan anak saya yang ada didalam kandungan," jawab terdakwa.

Mendengar tuntutan tersebut, hakim memukulkan palunya untuk melanjutkan sidang akan digelar kembali pada pekan depan dengan agenda putusan. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Pemalsuan Dokumen
  2. Surabaya
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.