Dua kapal milik Bea Cukai membawa total 101 orang pengungsi dari Palu menuju Balikpapan, Kalimantan Timur. Satu di antaranya, dirawat di RS Pertamina Balikpapan lantaran cidera pascagempa dan tsunami.
Keterangan diperoleh, kapal pertama milik Bea Cukai bernomor lambung 30003, tiba di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, sekira pukul 03.00 WITA dini hari tadi. Berikutnya, kembali tiba kapal kedua bernomor lambung 30006 sekira pukul 04.15 WITA, juga di pelabuhan yang sama.
Keseluruhan pengungsi yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa, dievakuasi ke Aula Kantor Bea Cukai Balikpapan, di Jalan Jenderal Sudirman. Rinciannya, 34 orang laki-laki, 31 orang perempuan dan 36 anak-anak.
"Benar, ada total 101 orang dibawa 2 kapal tadi tiba di pelabuhan Semayang. Unsur terlibat di lapangan, selain BPBD, juga ada Dinas Sosial, kantor Bea Cukai, balai Karantina dan Basarnas, juga Banda (relawan)," kata Kepala BPBD Balikpapan, Suseno, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (1/10) malam.
Suseno menerangkan, diperoleh keterangan, bahwa korban dievakuasi ke Balikpapan, adalah pegawai keuangan dan juga keluarganya. "Iya, ada 1 orang yang dirawat di rumah sakit (RS Pertamina Balikpapan) karena cedera," ujar Suseno.
Kendati demikian, sebagian dari 100 orang yang ada di aula Bea Cukai Balikpapan, ada yang pulang ke Sumatera dan pulau Jawa. "Mungkin karena dari Palu, kesulitan pulang ke sana (Jawa dan Sumatera). Jadi, transit dulu ke Balikpapan," ungkap Suseno.
"Tapi yang jelas, informasi terakhir, masih ada warga pengungsi di aula Bea Cukai, jumlahnya saya kurang tahu persis," jelas Suseno.