Orang Tua Korban Pengeroyokan di Pontianak Tolak Upaya Diversi

Kamis, 18 April 2019 17:21 Reporter : Ya'cob Billiocta
Orang Tua Korban Pengeroyokan di Pontianak Tolak Upaya Diversi Vertikal Ilustrasi Pelecehan Seksual. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Daniel Edwar Tangkau, penasihat hukum ABZ (15), korban penganiayaan menyatakan pihak orang tua kembali menolak diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana) di tingkat Kejari Pontianak.

"Orang tua korban kembali menolak upaya diversi di tingkat Kejari Pontianak, dan akan terus melanjutkan kasus tersebut ke pengadilan," kata Daniel Edwar Tangkau di Pontianak, Kamis (18/4). Dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan, pertemuan upaya diversi tadi siang difasilitasi oleh Kejari Pontianak yang digelar secara tertutup dan kembali menemui jalan buntu, karena orang tua korban menolak diversi.

Daniel menambahkan, upaya diversi tahap ketiga akan kembali dilakukan di pengadilan, dan dia berharap di tingkat pengadilan bisa berhasil.

Hal senada juga diakui penasihat hukum anak berhadapan hukum, Deni Amirudin. Ia juga mengatakan upaya diversi di tingkat Kejari Pontianak kembali gagal, dan tidak ada kata sepakat terkait penyelesaian kasus penganiayaan tersebut.

Dari informasi yang diperoleh, karena diversi di tingkat Kejari Pontianak gagal, maka jaksa akan melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan Negeri Pontianak.

Polresta Pontianak, Rabu malam (10/4) telah menetapkan tiga terduga penganiayaan menjadi ABH (anak berhadapan hukum), yakni masing-masing berinisial FA atau Ll, TP atau Ar dan NN atau Ec (siswa SMA) atas dugaan kasus penganiayaan seorang pelajar SMP Au di Kota Pontianak. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini