Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nurdin Halid teladani Kesatria Wajo La Madukelleng

Nurdin Halid teladani Kesatria Wajo La Madukelleng Nurdin Halid kampanye di Bone. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), melakukan kampanye tatap muka dan dialogis di Baruga Lasangkuru, Desa Lempa, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Rabu (7/3). Di hadapan ribuan masyarakat, Nurdin mengobarkan semangat La Madukelleng, kesatria Kerajaan Wajo sekaligus pahlawan nasional.

Di mata Nurdin, La Madukelleng merupakan pejuang yang patut diteladani. Tidak hanya mengandalkan keberanian, La Madukelleng dikenal sebagai sosok cerdas. Kesuksesan pahlawan kebanggaan asal Wajo tersebut dalam menghadapi penjajahan Belanda berkat kecerdasan yang dimilikinya.

"La Madukelleng saat itu berhasil memotong jalur untuk menghindari Belanda. Penjajah akhirnya bisa dihindari berkat kecerdasan dan kelihaian yang dimiliki oleh beliau," ujar Nurdin.

Kecerdasan La Madukelleng, Nurdin menyebut sejatinya menjadi warisan turun-temurun masyarakat Wajo. Olehnya itu, Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar itu berpesan agar bijak dan cerdas dalam memilih pemimpin Sulsel untuk lima tahun ke depan.

Nurdin sendiri diketahui sangat mengagumi dan memegang teguh prinsip pejuang sekaligus raja-raja lingkup Sulsel. Di antaranya yakni Raja Bone, Arung Palakka dan Raja Gowa, Sultan Hasanuddin. Nilai-nilai perjuangan dan warisan kebudayaan mereka mutlak dipertahankan.

Menurut Nurdin, pengabdian sekaligus perjuangan para pahlawan itu sepatutnya diteladani dengan cara mengakselerasi pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. Atas pertimbangan itu pula, pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar ini mantap pulang kampung. Ia bahkan rela 'turun kasta' demi mewujudkan Sulsel Baru yang lebih sejahtera.

Nurdin menegaskan pilihannya pulang kampung bukan untuk mengejar kekuasaan atau menumpuk kekayaan. Toh, kekuasaan dan kekayaan sebenarnya telah diperolehnya selama berkiprah di pentas nasional dan internasional. Nurdin selama ini memang dikenal sebagai elite Golkar pusat yang juga Wakil Presiden Koperasi Asia Pasifik.

Dalam kampanye dialogis hari pertama di Wajo, Nurdin tampak didampingi oleh sejumlah tokoh berpengaruh. Di antaranya yakni Calon Bupati-Wakil Bupati Wajo, dr. Baso Rahmanuddin-KH Anwar Sadat; Mantan Bupati Wajo, H. Asmidin; Ketua Harian Golkar Wajo, Yunus Pannaungi; dan Ketua Hanura Wajo, Andi Syahrial.

Ribuan masyarakat yang hadir berasal dari tiga kecamatan di Wajo. Di antaranya yakni Pammana, Tempe dan Sabbangparu. Sederet gagasan dan program NH-Aziz mendapatkan respons positif dari masyarakat setempat. Mulai dari pendidikan dan perlengkapan sekolah gratis, layanan kesehatan berbasis KTP hingga kredit tanpa bunga dan agunan. (mdk/paw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP