NU Dukung Makan Bergizi Gratis, Siapkan 8.000 Hektare Sawah untuk Ditanam Padi Gogo
Salah satu cara mendukung penuh program pemerintah itu yakni melakukan kerjasama atau menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa Kementerian/Lembaga.
Nahdlatul Ulama (NU) bakal mendukung penuh semua program dicanangkan pemerintah. Hal ini disampaikan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya di hadapan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam acara Hari Lahir (Harlah) ke-102 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/2) malam.
"Kami berani mengatakan bahwa kami siap berkontribusi mendukung penuh agenda-agenda dan program-program pemerintah semua itu demi ikut membantu agar manfaat dan maslahat dari agenda-agenda itu sungguh sampai dan dirasakan oleh rakyat," kata Gus Yahya dalam sambutannya.
Salah satu cara mendukung penuh program pemerintah itu yakni melakukan kerjasama atau menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa Kementerian/Lembaga. Dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) itu, NU juga melangsungkan MoU dengan beberapa Kementerian/Lembaga.
"InsyaAllah kami akan terus bekerja bersama umat untuk Indonesia maslahat kerjasama dengan berbagai Kementerian telah digalang, ada banyak kerjasama yang telah dimulai beberapa tahun sebelum ini yang terus kami lanjutkan," kata Gus Yahya.
"Kami telah menandatangani MOU baru dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri BKKBN, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Hak Asasi Manusia, dengan Bulog dan dengan Gubernur Lemhanas," imbuh Gus Yahya.
Siapkan 8.000 Hektare Sawah untuk Ditanam Padi Gogo
Selain itu, Gus Yahya mengatakan, jika NU telah menggalang 8.000 hektar sawah untuk ditanam dengan padi gogo.
Awalanya, Gus Yahya menyampaikan kepada Prabowo terkait dengan dilaksanakannya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kami telah membentuk tim akselerasi NU untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dan telah memulai bekerja bersama BGN untuk berkontribusi bagi sukses program Makan Bergizi Gratis tersebut," kata Gus Yahya dalam sambutannya.
Kemudian, Gus Yahya mengungkapkan, pada Januari 2025 tim dari lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama telah bekerjasama dengan Kementerian Pertanian untuk menggalang petani-petani Nahdlatul Ulama.
Nantinya, mereka juga akan ikut menanam padi gogo. Saat itu lah, Gus Yahya menyebut telah menggalang 8.000 hektar sawah.
"Bapak presiden dan kami berhasil sejauh ini menggalang sampai sekurang-kurangnya 8.000 hektar sawah untuk ditanam dengan padi gogo," ujar Gus Yahya.
"Kami akan teruskan dengan warga Nahdlatul Ulama petani-petani Nahdlatul Ulama yang tersebar di seluruh Indonesia," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga turut mengucapkan hari jadi Partai Gerindra yang ke-17. Karena, bertepatan juga dengan kegiatan yang juga digelar pada 6 Febuari 2025.
"Izin kan saya pada kesempatan ini pula saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-17 partai Gerindra, selamat Bapak Ketua Umum memang sudah jodoh. Sehingga, bersamaan peringatannya," kata dia.
Kapolri Ungkap Sinergitas dengan NU Tak Sebatas Kamtibmas
Global Terrorism Index menyebut Indonesia masih berada pada peringkat 31 dari 163 negara perihal terorisme. Artinya, terorisme belum hilang dari Bumi Pertiwi. Meski begitu, menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serangan teror saat ini sudah jauh menurun, kuncinya karena adanya tindak pencegahan yang terus dilakukan, salah satunya bersinergi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“Terima kasih, NU menjadi yang paling depan dalam hal ini,” kata Listyo pada Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (6/2).
Listyo menilai, NU dan Polri bisa bekerja sama di seluruh tingkatan kepengurusan. Sebab, NU memiliki sumber daya dan kepengurusan hingga tingkat desa.
"Ini tentunya akan sangat baik kalau kemudian bisa dikolaborasikan dengan seluruh elemen bangsa, kementerian dan lembaga, termasuk Polri," ujarnya.
Menurut Listyo, kolaborasi NU dan Polri tidak hanya soal membantu menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat (kamtibmas), tetapi juga dalam berbagai hal, seperti makan bergizi gratis, swasembada pangan, Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tujuannya, mencapai bonus demografi Indonesia yang membawa lompatan terhadap kemajuan bangsa.
"Harapan kami, NU terus bisa bersatu bersama dengan seluruh elemen khususnya Polri untuk bergandengan tangan, saling menguatkan untuk mewujudkan Indonesia maslahat, bangsa yang kuat, terhormat, dan sejahtera, bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun Ghafur," harap Listyo.
Listyo meyakini, sesuai arahan Presiden Prabowo soal pertumbuhan ekonomi maka stabilitas keamanan nasional menjadi kunci. Sebab dimensi keamanan nasional tidak dapat dipisahkan dari kinerja ekonomi.
"Terjaganya keamanan dan ketertiban masyarakat dapat mendukung pertumbuhan ekonomi," pungkas jenderal Polri bintang empat tersebut.