Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nestapa korban kebakaran Bidara Cina jalani puasa di tenda pengungsian

Nestapa korban kebakaran Bidara Cina jalani puasa di tenda pengungsian kebakaran di Bidara Cina. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Puluhan korban kebakaran di Jalan Sensus, Bidara Cina, Jakarta Timur telah tiga hari ini berada di pengungsian. Mereka tinggal di dua tenda yang telah disiapkan yang ada di pinggir Kali Ciliwung.

Di depan posko, ditumpuk pakaian bekas yang merupakan bantuan masyarakat. Para korban baik perempuan, laki-laki, remaja, dan anak-anak sibuk memilih pakaian bekas.

Para korban telah kehilangan rumah dan barang-barangnya karena ludes dilalap si jago merah pada Minggu (27/5) dini hari. Kebanyakan dari para korban tak sempat menyelamatkan barang-barangnya karena kobaran api merambat dengan cepat.

Salah seorang korban kebakaran, Maya menceritakan keinginannya segera mendapat rumah kontrakan baru. Ia merasa tak nyaman tinggal di pengungsian apalagi saat bulan Ramadan ini.

"Gimana ya, tidur kagak bisa. Susah. Sakit badan karena batu-batu, (tanahnya) kagak rata," kata dia, Selasa (29/5).

Ia cukup memaklumi kondisi tenda pengungsian memang demikian. Di satu tenda itu, ada sekitar tujuh keluarga yang menempati. Hawanya pun cukup panas. Apalagi di siang hari.

"Tempat tidurnya sudah dikasih alas tapi tetap aja enggak enak. Ada bantuan karpet, selimut juga dapat sih. Tapi tetap aja enggak nyaman. Tidur sebentar doang dan melek lagi. Enggak bisa nyenyak," ujarnya.

Walaupun bulan puasa, bantuan makanan tetap mengalir. Pada siang hari dapur umum tetap dibuka untuk melayani pengungsi yang tidak puasa. Saat berbuka, sumbangan makanan datang makin banyak.

Maya mengatakan karena kondisi tak memungkinkan, ada juga warga yang terpaksa membatalkan puasa. "Mau puasa juga gimana keadannya kayak gini," ujarnya.

tenda pengungsi

Rumah sebelumnya yang ditempati Maya dan keluarganya merupakan rumah kontrakan. Saat ini ia mulai mencari rumah kontrakan baru sebelum Idul Fitri. Karena, kata dia, tak memungkinkan berlebaran di pengungsian. Pengungsi lain yang rumahnya habis terbakar juga disampaikan Maya mulai mencari kontrakan baru. Apalagi tenda pengungsian tak bersifat lama.

"Mungkin pada nyari kontrakan karena tenda kan enggak lama. Paling ini sampai Jumat. Mau enggak mau harus nyari kontrakan," kata dia.

Maya berharap ada bantuan berupa THR dari pemerintah khususnya Pemprov DKI Jakarta. Ia mengatakan uang sangat dibutuhkan saat ini untuk memperbaiki rumah atau menyewa rumah kontrakan.

"Bantuan makanan, baju sudah banyak. Penginnya bantuan amplop THR buat lebaran. Kita kan mesti beli barang-barang lagi, apalagi ini mau lebaran," harapnya.

Pengungsi juga saat ini perlu disediakan toilet keliling. Pengungsi saat ini memanfaatkan toilet di rumah-rumah kerabat.

"Kalau bisa ada toilet mobil itu. Soalnya susah kalau mau ke belakang harus ke rumah keluarga dulu numpang," jelas dia.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP