Napi Masih Kuasai Rutan Sigli, Polisi Dilarang Masuk

Senin, 3 Juni 2019 21:00 Reporter : Afif
Napi Masih Kuasai Rutan Sigli, Polisi Dilarang Masuk Rutan Sigli hangus terbakar. ©2019 Merdeka.com/Afif

Merdeka.com - Pascakerusuhan dan pembakaran, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sigli di Kabupaten Pidie masih dikuasai warga binaan. Penghuni Rutan tidak membolehkan kepolisian masuk ke dalam.

"Tadi kita memang tidak masuk ke dalam (Rutan) atas permintaan warga binaan sendiri," kata Kapolres Pidie, AKPB Andi Nugraha Setiawan Siregar, Senin (3/6).

Dia menuturkan, saat negosiasi sore tadi, warga binaan hanya memperbolehkan Kepala Rutan Sigli Mathrios Zulhidayat dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Aceh Meurah Budiman masuk. Sehingga pihak kepolisian tidak masuk ke dalam Rutan tersebut saat negosiasi.

Meski demikian, pengamanan dilakukan di luar Rutan dengan menurunkan 260 personel gabungan, yaitu anggota Polres pidie, TNI dan anggota Brimob. Pengamanan akan dilakukan hingga situasi benar-benar kondusif.

Selain itu, petugas gabungan juga melakukan lokalisir untuk mempersempit ruang gerak warga binaan agar tidak kabur. "Sejak siang tadi langkah pengamanan terus kita lakukan dan kita lokalisir lokasi agar tidak ada yang melarikan diri," jelasnya.

Menurut Andi, ada satu warga binaan yang harus dibawa lari ke rumah sakit. Akan tetapi bukan karena tertembak. "Tidak, tidak (ada tertembak). Kalaupun ada akan kami telusuri. Tetapi pelaksanaannya sudah sesuai dengan protap hanya menembakkan gas air mata," ungkapnya.

Disinggung dalang kerusuhan, polisi belum menyimpulkan. Polisi baru akan menelusuri setelah kondisi berangsur kondusif. "Tetap akan ditelusuri, tetap ditindaklanjuti," tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Rutan Kelas IIB Sigli rusuh setelah pegawai menarik dispenser dari kamar hunian warga binaan. Sehingga narapidana tersulut emosi hingga akhirnya terjadi kerusuhan dan pembakaran.

Namun saat ini situasi di Rutan semakin kondusif setelah negosiator mencapai kata sepakat dan menerima permintaan warga binaan. Mereka meminta agar secepatnya diperbaiki Rutan yang rusak agar tamu bisa berkunjung.

Selain itu warga binaan juga meminta kepada negosiator agar pegawai yang mengambil dispenser itu tidak lagi bekerja di Rutan tersebut. Permintaan terakhir agar aliran listrik bisa diperbaiki segera, agar bisa menunaikan salat tarawih malam ini. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini