Nakhoda Kapal Ditemukan Meninggal Bunuh Diri di Pelabuhan Balige Sumatra Utara

Korban ditemukan oleh dua anak buah kapal (ABK) yang hendak mengambil helm di gudang.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Nakhoda Kapal Ditemukan Meninggal Bunuh Diri di Pelabuhan Balige Sumatra Utara
Nakhoda Kapal Ditemukan Meninggal Bunuh Diri di Pelabuhan Balige Sumatra Utara (Merdeka.com)

Seorang nakhoda kapal bernama Tunggul Simanjuntak (52) ditemukan meninggal dunia di gudang Wings Ramdor, depan KMP Kaldera Toba, Pelabuhan Mulia Raja, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatra Utara. Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan mengatakan, Tunggul meninggal dunia dengan cara gantung diri, Jumat (20/2) sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh dua anak buah kapal (ABK), yakni Pradipta Marbun (23) dan Joni Andre Manullang (21), saat hendak mengambil helm di gudang tersebut.

“Setelah memasuki ruangan tersebut, saksi melihat korban telah tergantung di pipa besi yang melekat pada dinding gudang,” ujar Libertius, Sabtu (21/2).

Mengetahui kejadian itu, kedua saksi segera memberitahukan kepada awak kapal lainnya. Pihak kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Umum Porsea untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan dari rekan-rekan korban, kata Libertius, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan pernah menjalani pemasangan ring.

“Diduga korban mengalami tekanan akibat penyakit yang dideritanya, karena sebelumnya disarankan dokter untuk menjalani tindakan lanjutan,” katanya.

Menurut keterangan para kru KMP Kaldera Toba, sejak pagi hari korban tidak terlihat, sementara pintu kamar dalam kondisi tak terkunci. Rekan-rekan korban juga menyebut tidak ada permasalahan pekerjaan maupun konflik dengan kru lainnya.

Polisi menyatakan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan. Sejumlah barang bukti yang diamankan antara lain selimut, sandal, kartu identitas, serta beberapa obat-obatan milik korban.

"Kami masih mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV di area kapal," pungkas Libertius.

Rekomendasi