Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nahas Salamudin, niat bantu ayah cari ikan malah jatuh ke laut

Nahas Salamudin, niat bantu ayah cari ikan malah jatuh ke laut Ilustrasi tenggelam. ©Shutterstock/Tom Wang

Merdeka.com - Salamudin (18) pemuda yang hilang di laut perairan Indragiri Hilir Provinsi Riau ditemukan dalam kondisi terapung dan tidak bernyawa. Dia sempat berlayar bersama ayahnya Heri Nurdin, sebagai nelayan untuk mencari ikan.

Saat itu, Salamudin menolong ayahnya agar berteduh di bagian depan kapal karena hujan deras dan petir yang keras. Salamudin tak ingin ayahnya tekena hujan, dan langsung mengambil alih kemudi kapal. Dia membereskan semua barang bawaan mereka agar tidak basah. Namun, dia malah jatuh ke laut saat melakukan hal itu.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony Putra mengatakan, Tim SAR gabungan dari Satuan Polairud, Polsek Pelangiran, masyarakat dan keluarga korban menemukan jasad Salamudin di Perairan Sungai Kateman.

"Ya benar, jasad korban sudah ditemukan 3 hari setelah dinyatakan hilang di tengah laut. Korban ditemukan dalam keadaan terapung meninggal dunia oleh Tim Sar," ujar Christian kepada merdeka.com, Senin (9/4).

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dilakukan Visum Et Revertum oleh Tim Medis dari Puskesmas Pelangiran yang dipimpin dr Sekar Panggih Palupi. Dikatakan Christian, dari hasil visum tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Kemudian jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga yang diterima orangtua korban Heri Nurdin dan dibawa ke rumah duka di Desa Parit IV Simbar untuk segera dimakamkan," katanya.

Christian menceritakan, Salamuddin warga Desa Parit IV Simbar Kecamatan Kateman jatuh berlayar di Perairan Sungai Kateman Desa Hidayah Kecamatan Pelangiran, Jumat (6/4) sekira pukul 12.00 Wib. Saat itu, pemuda lajang tersebut bekerja membantu ayahnya sebagai nelayan untuk mencari ikan.

Tiba-tiba, angin kencang dan hujan disertai petir yang keras melanda perairan tersebut. Korban mendadak hilang dari balik kemudi, setelah meminta bapaknya, Heri Nurdin pindah ke depan kapal pompong untuk berlindung dari derasnya air hujan.

"Setelah ayah korban menuruti permintaan anaknya, tiba-tiba ayah korban tidak melihat anaknya di kemudi kapal. Lalu dicek ke semua sudut kapal, ternyata korban sudah jatuh," terangnya.

Salamudin jatuh ke laut setelah menolong ayahnya agar tidak terkena hujan, dia mengambil kendali kemudi dan mengemas muatan kapal menggantikan ayahnya. Namun sayang, hal itu merupakan perjuangan sang anak terakhir kali dalam hidupnya dalam membantu orangtua.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP