Musim hujan, 77 kecamatan di Sumsel rawan longsor dan banjir
Merdeka.com - Hasil pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terdapat 77 kecamatan di wilayah Sumatera Selatan yang masuk dalam daerah rawan longsor dan banjir. Warga diimbau lebih waspada dengan musibah tersebut saat intensitas hujan makin tinggi.
Dari data yang dihimpun, daerah yang rawan banjir terdapat di 55 kecamatan yang tersebar di sepuluh kabupaten/kota. Diantaranya tujuh kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin, sembilan di Ogan Ilir, enam di Musi Rawas, empat kecamatan di Lahat, Palembang tersebar di sembilan kecamatan, sepuluh kecamatan di Muara Enim, Panukal Abab Lematang Ilir dan Ogan Komering Ulu Timur masing-masing satu kecamatan.
Sementara daerah yang rawan longsor berada di 22 kecamatan. Yakni, Ogan Komering Ulu Selatan di tujuh kecamatan, Musi Banyuasin tiga kecamatan, Muara Enim di empat kecamatan, Empat Lawang tiga kecamatan, Pagaralam tiga kecamatan, Lahat dan OKI masing-masing satu kecamatan.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sumsel Iriansyah mengungkapkan, pihaknya telah menginstruksikan kepada dinas terkait di setiap pemerintah setempat untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan longsor. Sebab, bencana itu datang tiba-tiba apalagi saat hujan deras.
"Dinas PU Bina Marga, PU Pengairan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan SAR diminta siaga dan berkoordinasi mengatasi masalah itu," ungkap Iriansyah, Jumat (11/11).
Sementara itu, dari pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan ekstrim yang melanda wilayah Sumsel akan terus terjadi hingga periode awal tahun 2017 mendatang. Kondisi ini dipengaruhi oleh pusat tekanan rendah di utara Indonesia, sehingga uap air yang berada di sebelah barat Sumatera akan tertarik ke wilayah Sumsel hingga sering terjadi hujan dengan intensitas lebat.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau setiap daerah berwaspada terhadap potensi bencana yang akan terjadi, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, dan pohon tumbang.
"Dari bulan November hingga awal tahun depan akan sering terjadi fenomena seperti ini. Curah hujan dengan intensitas tinggi diprediksi terus terjadi ditambah angin kencang," kata Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Kenten Palembang Indra Purna.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya