MUI ingatkan Kapolri jangan abaikan ormas Islam selain NU dan Muhammadiyah
Merdeka.com - Pidato sambutan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi viral di media sosial saat memberikan sambutan saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan NU di Kantor PBNU, pada 2016 lalu. Isi pidato Tito dinilai telah menyinggung ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah.
Terkait video itu, Sekretaris umum Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Noor Achmad meminta Kapolri Tito Karnavian tak mengabaikan ormas Islam lain.
"Saya ini mempunyai anggota sejumlah 71 ormas, yang terbesar itu NU dan Muhammadiyah. Tetapi yang lain juga ormas tingkat nasional. Sehingga dengan demikian jangan diabaikan ormas-ormas yang lain karena mereka ini juga punya massa punya masyarakat punya anggota dan juga punya umat," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, (31/1).
"Setahu kami, seperti Ali Irsyad, Ali Warsriyah dan Tarbiyah Islamiyah itu juga cukup besar, memang yang terbesar adalah NU dan Muhammadiyah," tambahnya.
Anggota Komisi VIII DPR ini juga meminta sejumlah pihak tak mempermasalahkan terlalu jauh. Baginya, Tito itu hanya menyederhanakan jumlah ormas Islam lainnya. Sebab, NU dan Muhammadiyah merupakan dua ormas Islam terbesar di Indonesia.
"Mungkin beliau menyederhanakan, walaupun jumlahnya cukup besar dan karena yang mayoritas NU dan Muhammadiyah sehingga NU dan Muhammadiyah sudah cukup mewakili umat Islam. Tetapi sekali lagi kami tegaskan di Indonesia ini tidak hanya NU dan Muhammadiyah, di Indonesia ini ada 70 ormas Islam," paparnya.
Kendati demikian, kata Noor, statement Kapolri tak bisa serta merta dianggap bahwa NU dan Muhammadiyah sebagai perwakilan ormas Islam lainnya.
"Saya kira untuk menggampangkan perwakilan dari sebuah ormas Islam beliau menyebut NU dan Muhammadiyah. Tetapi kalau itu dianggap sebagai satu perwakilan dari keseluruhannya itu tidak bisa," imbuhnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya