MUI imbau Umat Islam salat gerhana, ini tata caranya

Rabu, 31 Januari 2018 16:08 Reporter : Ramadhian Fadillah
MUI imbau Umat Islam salat gerhana, ini tata caranya Tarawih di Masjid Raya Bogor. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat telah mengeluarkan imbauan untuk menggelar Salat Gerhana yang akan dilaksanakan pada saat gerhana bulan total tanggal 31 Januari 2018. MUI di daerah pun menyebarkan pengumuman itu kepada masyarakat.

"Gerhana bulan dan matahari merupakan dua tanda kebesaran Allah SWT, sebagai mana yang diamalkan oleh Rasulullah SAW sebaiknya melaksanakan shalat gerhana," kata Wakil Ketua MUI Kota Bogor Ustaz Madrofi.

Shalat gerhana bulan hukumnya sunnah muakkad terdiri dari dua rakaat, tiap-tiap rakaat dua kali ruku, dua kali membaca Al fatihah, dan surah pilihan, serta dua kali sujud.


Setelah shalat, diakhiri salam dilanjutkan dengan pembacaan khutbah shalat gerhana oleh khatib yang merupakan sunnah bagi jamaah untuk mendengarkannya.

"Karena ini sunnah, mulai dari shalat sampai khutbahnya juga disunnahkan untuk didengarkan sampai selesai," katanya.

"Shalat dijadwalkan berlangsung setelah Isya, yakni mulai pukul 20.30 WIB sampai dengan berakhirnya gerhana," katanya.

Ustadz Madrofi mengatakan makna menyelenggarakan shalat gerhana adalah sebagai ucapan syukur dan mengagungkan kekuasaan Allah SWT yang telah menjadikan dua gerhana yakni bulan dan matahari.

"Sebagaimana sabda Rasulullah SAW sesungguhnya matahari dan bulan merupakan tanda kebesaran Allah SWT. Namun keduanya tidak mengalami gerhana, karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Namun, Allah lah yang menciptakan peristiwa gerhana matahari dan bulan itu. Karena itu, jika kalian melihat gerhana, segera lakukan shalat," katanya.

Adapun hal-hal yang dianjurkan ketika terjadi gerhana yakni perbanyak dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya.

Gerhana bulan total atau "Super Blue Blood Moon" atau "Supermoon" akan terjadi tanggal 31 Januari 2018 merupakan fenomena langka karena akan terulang 36 tahun untuk wilayah Indonesia (30-31 Desember 1982). [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini