Motif Irjen Ferdy Sambo Eksekusi Brigadir J: Jangan Kepo, Malu sampai Khusus Dewasa

Kamis, 11 Agustus 2022 11:24 Reporter : Merdeka
Motif Irjen Ferdy Sambo Eksekusi Brigadir J: Jangan Kepo, Malu sampai Khusus Dewasa motif Sambo. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Tabir pembunuhan Brigadir J telah diungkap. Pelaku utamanya adalah Irjen Pol Ferdy Sambo. Dia perintahkan Bharada E untuk tembak mati Brigadir J pada 8 Juli lalu.

Namun, motif Sambo untuk eksekusi mati ajudannya sendiri tersebut yang hingga kini masih misterius. Bahkan, menuai tanda tanya besar di publik.

Kenapa Irjen Ferdy Sambo sampai sekejam itu ingin membunuh Brigadir J?

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto enggan membeberkan motif penembakan Brigadir J hingga tewas. Justru, dia meminta awak media untuk tidak mencari tahu lebih dalam soal motif tersebut.

"(Untuk motif pembunuhan Brigadir J) Jangan kepo lah," kata Agus Andrianto saat dihubungi, Kamis (11/8).

Agus menjelaskan alasan belum mengungkap motif pembunuhan Brigadir J. Menurutnya, untuk menjaga perasaan banyak pihak.

"Untuk menjaga perasaan semua pihak, biarlah jadi konsumsi penyidik dan nanti mudah-mudahan terbuka saat persidangan," jelasnya.

"Kalau enggak, izin pakai saja narasi Pak Menko Polhukam ya," sambungnya tak detil menjelaskan tentang motif Sambo tersebut.

2 dari 4 halaman

Khusus Dewasa

Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan motif Irjen Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E membunuh Brigadir J terbilang sensitif. Menurutnya, motif tersebut hanya boleh didengar oleh orang dewasa.

"Soal motif biar nanti dikonstruksi hukumnya karena itu sensitif, mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa," katanya saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Selasa (9/8).

Dia menyebut, konstruksi motif perkara penembakan Brigadir J masih disusun. Dia menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada timsus Polri. "Biar nanti dikonstruksi motifnya," ujarnya.

3 dari 4 halaman

Curhatan Istri Ferdy Sambo

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) segera mengumumkan terkait permohonan perlindungan yang diajukan istri Ferdy Sambo, PC. Paling lambat, pekan depan.



"Keputusannya mungkin Senin depan sudah ada keputusannya," tegas Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi di gedung LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (10/8).



Terkait penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka yang diumumkan Kapolri pada Selasa (9/8) kemarin, permohonan dari istri Sambo ke LPSK tidak mempengaruhinya apalagi gugur.



"Tetapi dari informasi yang kami peroleh tentang rangkaian peristiwa rasanya kami sudah punya cukup bahan untuk memutuskan permohonan ibu P," tandas Edwin.



Bahkan dalam laporan yang diterima Edwin dari tim psikolog, Putri merasa malu untuk mengungkapkannya.

"Memang yang terucap hanya itu. Malu mbak, malu. Malunya kenapa? Kita enggak tahu," tuturnya.

4 dari 4 halaman



Adapun tes permohonan yang dilakukan tim psikolog LPSK kemarin merupakan tes terakhir. Lantaran tim LPSK yang diutus, menilai tidak ada perubahan dalam tes yang dilakukan.



Kata Edwin, Putri harus segera ditangani dengan seorang psikiater yang ahli mengingat kondisi mentalnya yang sekarang sangat memperihatinkan.



"Menurut psikiater kami memang butuh penguatan mental ya dan itu bukan dilakukan oleh psikolog, tapi psikiater karena dia butuh pengobatan," ujar Edwin.

Baca juga:
Motif Pembunuhan Brigadir J, Polri: Jangan Kepo, Biar jadi Konsumsi Penyidik Saja
Komnas HAM: Kita Tidak Saling Berlomba dengan Polri Usut Kasus Brigadir J
Pembunuhan Berencana di Balik Runtuhnya Skenario Kematian Brigadir J
Senjata Ajudan Ferdy Sambo Pencabut Nyawa

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini