Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Momen Ratusan ABK Asal Indonesia ‘Dijenguk’ KJRI Cape Town saat Bersandar di Afrika

Momen Ratusan ABK Asal Indonesia ‘Dijenguk’ KJRI Cape Town saat Bersandar di Afrika

Momen Ratusan ABK Asal Indonesia ‘Dijenguk’ KJRI Cape Town saat Bersandar di Afrika

Setiap tahun, sekitar 2.000 WNI anak buah kapal (ABK) bersandar di Waterfront Cape Town.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town melakukan jemput bola untuk membantu warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) yang bersandar di Cape Town, Afrika.

Setiap tahun, sekitar 2.000 WNI anak buah kapal (ABK) bersandar di Waterfront Cape Town.

Cape Town selama ini menjadi pusat persinggahan kapal terbesar di dunia bagi para ABK Indonesia yang bekerja di kapal-kapal asing.

Pemerintah RI telah membentuk Rumah Singgah ABK (Indonesian Seafarer Corner) dalam upaya memberikan perlindungan yang optimal bagi mereka.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town, Tudiono mengatakan, di penghujung Agustus 2023, terdapat 148 ABK Indonesia yang sedang bersandar di pelabuhan Waterfront, Cape Town<br>

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town, Tudiono mengatakan, di penghujung Agustus 2023, terdapat 148 ABK Indonesia yang sedang bersandar di pelabuhan Waterfront, Cape Town

Posisi sandar kapal, suasana pelabuhan yang berlatar belakang table mountain sebagai icon wisata Afrika Selatan, menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung ke tempat ini.

Momen Ratusan ABK Asal Indonesia ‘Dijenguk’ KJRI Cape Town saat Bersandar di Afrika

“148 ABK tersebut bekerja di 15 kapal yang berbeda, yaitu kapal berbendera Jepang, Taiwan, China, Korea Selatan, Spanyol dan Belize,” ujar Tudiono.

Menurut Tudiono saat menemui ABK di Cape Town, Jumat (1/9), kapal-kapal tersebut berlabuh (docking) di Pelabuhan Cape Town setelah berbulan-bulan berlayar di samudera Atlantik untuk menangkap ikan tuna, udang, lobster maupun cumi.

“Saat berlabuh, kapal-kapal melakukan unloading hasil tangkapan, termasuk bersih-bersih kapal dan persiapan untuk berlayar kembali,” ujar Tudiono.

Tudiono didampingi Konsul Konsuler dan sejumlah staf KJRI mengunjungi para ABK di atas kapal mereka bekerja. Kunjungan ini sebelumnya telah dikoordinasikan KJRI dengan ABK dan pihak kapal.

Titik kumpul berada di empat tempat, yaitu di kapal Oryong, Tronio Landing Whaft, Sejong dan Lance.

KJRI Cape Town rutin melakukan kunjungan ke para ABK saat kapal-kapal mereka bersandar. Hubungan yang terjalin baik dan erat menjadikan suasana kunjungan KJRI ke ABK seperti keluarga sendiri-hangat penuh kekeluargaan. Tali silaturahmi erat terjalin

Kehadiran KJRI juga dirasakan sangat membantu mengobati kerinduan mereka akan makanan-makanan Indonesia. Karena mereka dapat menikmati menu khas Indonesia yang dibawa KJRI.

KJRI Cape Town rutin melakukan kunjungan ke para ABK saat kapal-kapal mereka bersandar. Hubungan yang terjalin baik dan erat menjadikan suasana kunjungan KJRI ke ABK seperti keluarga sendiri-hangat penuh kekeluargaan. Tali silaturahmi erat terjalin<br>

Selain paket bantuan logistik makanan, KJRI Cape Town juga memberikan paket keselamatan berupa jaket windbreaker, sepatu kerja serta vitamin maupun peralatan kebutuhan keseharian ABK seperti sikat gigi, odol dan sabun mandi.

Khamdan Rohmat, salah seorang ABK asal Kendal mengungkapkan perasaan hatinya.

"Saya sangat senang setiap KJRI Cape Town datang ke kapal. Kami bisa ngumpul-ngumpul dan mendapatkan makanan, minuman maupun pakaian. Kami merasa seperti anak yang selalu diperhatikan oleh orang tuanya. Kami bangga memiliki KJRI Cape Town yang senantiasa memperhatikan kami," ujar Khamdan.

Senada, Suwandi, ABK dari Tegal menambahkan, perhatian dan kunjungan rutin KJRI Cape Town ke kapal sangat membantu.

Momen Ratusan ABK Asal Indonesia ‘Dijenguk’ KJRI Cape Town saat Bersandar di Afrika

“Karena manajemen kapal merasa termonitor dan hal itu memberikan dampak keamanan dan kenyamanan ke para ABK,” ujarnya sembari menyeruput wedang jahe hangat yang dihidangkan.

Momen Ratusan ABK Asal Indonesia ‘Dijenguk’ KJRI Cape Town saat Bersandar di Afrika

Di sela perbincangan dengan para ABK, Konjen Tudiono menyampaikan pesan, agar masing-masing ABK benar-benar menjaga keselamatan diri. Mengingat risiko yang dihadapi saat berlayar yang umumnya berbulan-bulan.

“Saling membantu dan terus menjalin komunikasi yang baik dengan KJRI, sehingga KJRI dapat memberikan bantuan dan perlindungan secara maksimal,” ujar Tudiono.

Para ABK ternyata telah menyiapkan surprise bagi KJRI. Mereka memasak ayam goreng, sambal kecap dan kue tart untuk KJRI yang kemudian disantap bersama.

Konjen RI pada kesempatan tersebut juga mengundang para ABK untuk menghadiri acara sosialisasi Pengawasan Pemilu Luar Negeri di KJRI Cape Town pada Minggu (3/9) dan Indonesian Day pada 14 Oktober 2023.

Para ABK nampak sangat antusias untuk hadir pada acara tersebut.

Kegiatan jemput bola KJRI Cape Town kepada para ABK yang berada di kapal sangat diapresiasi para ABK. Di akhir pertemuan, dilakukan foto bersama serta pengisian kuesioner survey kepuasan para ABK.<br>

Kegiatan jemput bola KJRI Cape Town kepada para ABK yang berada di kapal sangat diapresiasi para ABK. Di akhir pertemuan, dilakukan foto bersama serta pengisian kuesioner survey kepuasan para ABK.

Selain itu, KJRI menyediakan waktu untuk penerimaan pengaduan jika terdapat masalah ABK yang perlu diselesaikan.

Ini yang Terjadi Jika Jakarta Tak Lagi Jadi Ibu Kota Indonesia
Ini yang Terjadi Jika Jakarta Tak Lagi Jadi Ibu Kota Indonesia

DKI Jakarta bakal berganti menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) setelah tak menjadi Ibu Kota Indonesia.

Baca Selengkapnya
Tinjau DAS Citarum, Mentan Pastikan Sektor Pertanian Terus Berproduksi
Tinjau DAS Citarum, Mentan Pastikan Sektor Pertanian Terus Berproduksi

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meninjau kondisi air di kawasan pertanian DAS Citarum Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (13/8).

Baca Selengkapnya
Kisah Benteng Van Der Capellen, Dibangun saat Pecahnya Perang Rakyat di Sumatra Barat
Kisah Benteng Van Der Capellen, Dibangun saat Pecahnya Perang Rakyat di Sumatra Barat

Provinsi Sumatra Barat dulunya salah satu wilayah yang menjadi incaran Kolonial Belanda.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Untung Ketemu Polisi Baik, Kecopetan di Kapal Keluarga Ini Pulang Kampung Jalan Kaki ke Magelang
Untung Ketemu Polisi Baik, Kecopetan di Kapal Keluarga Ini Pulang Kampung Jalan Kaki ke Magelang

Tak punya karena kecopetan di kapal, perantau asal Magelang nekat jalan kaki dari Surabaya. Kisahnya diketahui oleh Aipda Purnomo saat berpapasan di jalan.

Baca Selengkapnya
Jarang Tersorot, Ini Bos Batubara Paling Kaya di Indonesia
Jarang Tersorot, Ini Bos Batubara Paling Kaya di Indonesia

Batubara merupakan salah satu sektor yang mendatangkan keuntungan besar bagi pengusaha di indonesia.

Baca Selengkapnya
Potret Adiba Khanza Jelang Pernikahan dengan Eggy Maulana, Cantik Banget di Momen Siraman dan Pengajian
Potret Adiba Khanza Jelang Pernikahan dengan Eggy Maulana, Cantik Banget di Momen Siraman dan Pengajian

Berdasarkan kabar yang beredar Adiba dan Egy akan melangsunngkan akad nikah pada pukul 11.00 WIB di kawasan Jakarta.

Baca Selengkapnya
Nusron Wahid Jawab PKS yang Ingin Ibu Kota Tetap di Jakarta Bukan Kaltim
Nusron Wahid Jawab PKS yang Ingin Ibu Kota Tetap di Jakarta Bukan Kaltim

Mohamad Sohibul Iman mengatakan bahwa partainya menolak perpindahan ibu kota ke IKN di Kalimantan Timur.

Baca Selengkapnya
Engkong Bantah Cabuli Remaja Pria di Depok: Enggak Diremas, Cuma Ngusap
Engkong Bantah Cabuli Remaja Pria di Depok: Enggak Diremas, Cuma Ngusap

Engkong sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas. Ia berdalih hanya mengusap bukan meremas.

Baca Selengkapnya
Surabaya Kota Pertama Indonesia yang Berpotensi Jadi Kota Layak Anak Kelas Dunia, Ini Fakta di Baliknya
Surabaya Kota Pertama Indonesia yang Berpotensi Jadi Kota Layak Anak Kelas Dunia, Ini Fakta di Baliknya

Surabaya jadi kota pertama Indonesia yang berpotensi jadi Kota Layak Anak Kelas Dunia.

Baca Selengkapnya