Momen Haru: Kisah Ni Nengah Manis, Korban Banjir Denpasar yang Curhat Langsung ke Presiden Prabowo

Ni Nengah Manis, salah satu korban banjir Denpasar, berbagi kisah pilunya kepada Presiden Prabowo Subianto, berharap bantuan untuk bangkit kembali. Simak selengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Momen Haru: Kisah Ni Nengah Manis, Korban Banjir Denpasar yang Curhat Langsung ke Presiden Prabowo
Ni Nengah Manis, salah satu korban banjir Denpasar, berbagi kisah pilunya kepada Presiden Prabowo Subianto, berharap bantuan untuk bangkit kembali. Simak selengkapnya! (Merdeka.com)

Denpasar, Bali – Sebuah momen mengharukan terjadi saat Presiden Prabowo Subianto mengunjungi korban banjir di Denpasar, Bali. Ni Nengah Manis (60), seorang pedagang kopi, berkesempatan menyampaikan langsung pengalaman pahitnya kepada Presiden pada Sabtu (13/9).

Kunjungan Presiden Prabowo ini menyasar kawasan terdampak banjir besar di Jalan Gadjah Mada Gang IV, Denpasar, yang berdekatan langsung dengan Tukad Badung. Sungai tersebut menjadi pemicu utama luapan air yang merendam pemukiman warga pada Rabu (10/9) lalu.

Dalam dialog singkat tersebut, Ni Nengah Manis menceritakan bagaimana ia harus berjuang menyelamatkan diri dari terjangan air. Ia kini menaruh harapan besar pada bantuan pemerintah untuk bisa kembali menata hidup setelah kehilangan segalanya.

Ni Nengah Manis mengisahkan detik-detik mencekam saat banjir tiba-tiba melanda permukimannya. Air yang meluap dari Tukad Badung datang dengan sangat cepat dan merendam rumahnya.

“Waktu itu lari ibu, ada teman yang gendong, kena tali rafia jatuh, lagi ditarik ibu karena ibu tidak bisa berdiri, langsung naik airnya sampai kasur, untung sudah lari duluan ke Banjar Gerenceng jam 4 pagi,” kenangnya saat mengulang dialognya dengan Presiden Prabowo. Kondisi ini membuat Ni Nengah Manis harus mengungsi dengan pakaian basah hingga sore hari.

Setelah air surut, ia kembali ke rumah kos yang telah ditempatinya bertahun-tahun dan menemukan kerusakan parah. “Tembok-temboknya itu habis semua kena air, rusak, tidak ada yang bisa dipakai, kompor apa tidak bisa, tidak punya apa-apa sekarang, airnya setinggi ini (tiga meter dari tanah),” ujarnya menggambarkan dampak banjir Denpasar yang dialaminya.

Hingga saat ini, ibu dua anak itu belum dapat melanjutkan kegiatan berdagang kopi di Pasar Badung. Ia terkendala modal dan peralatan berjualan yang semuanya rusak akibat bencana.

Meskipun dalam kondisi sulit, Ni Nengah Manis menunjukkan semangat tinggi saat mendengar kabar kunjungan Presiden Prabowo. Ia berharap bisa menjadi salah satu warga yang dikunjungi dan menyampaikan langsung keluh kesahnya.

Kesempatan itu pun datang, dan Ni Nengah Manis tidak menyia-nyiakannya. Saat berdialog dengan Presiden Prabowo, ia diminta untuk menyampaikan kebutuhannya agar dapat dicatat dan diantarkan oleh pihak terkait.

Tanpa ragu, ia meminta bantuan modal untuk bisa kembali berdagang dan membeli perlengkapan dapur untuk menjalani kehidupan sehari-hari. “Ibu minta bantuan sama Pak Prabowo, nanti pakai belanja, pakai beli alat-alat, dapur, supaya dibantu ibu, punya modal, tadi belum dikasih, tapi sudah dijanjikan katanya mau diantar ke sini,” ucapnya penuh harap.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menanyakan kondisi kesehatan Ni Nengah Manis. Ia berpesan agar bantuan yang nanti diberikan juga digunakan untuk memeriksa kesehatan, menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan korban banjir.

Banjir besar di Denpasar telah meninggalkan jejak kerusakan dan kesulitan bagi banyak warga, termasuk Ni Nengah Manis. Kehilangan mata pencarian dan harta benda menjadi tantangan utama bagi para korban untuk bangkit kembali.

Kunjungan Presiden Prabowo ke lokasi banjir ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak. Meskipun rombongan terbatas, melalui siaran langsung BPMI Sekretariat Presiden, Presiden Prabowo memastikan bahwa negara akan memberikan bantuan kepada keluarga korban.

“Ya nanti kita bantu ya, ya,” ucap Presiden Prabowo sambil menyalami Ni Nengah Manis dan beberapa korban lain. Janji bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dan mempercepat proses pemulihan pascabencana banjir Denpasar.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi