Moeldoko Ungkap Alasan Jokowi Berikan Grasi Terpidana JIS

Senin, 15 Juli 2019 19:45 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Moeldoko Ungkap Alasan Jokowi Berikan Grasi Terpidana JIS Diskusi Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Kepala Staf Presiden Moeldoko menjelaskan Presiden Joko Widodo memberikan grasi kepada terpidana kasus pelecehan seksual JIS, Neil Bantleman lantaran persoalan kemanusiaan. Dia juga mengungkapkan, hal tersebut diberikan lantaran aspirasi dari publik.

"Saya pikir persoalan kemanusiaan dan suara publik, presiden sangat sensitif," kata Moeldoko saat ditemui di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Senin (15/7).

Senada dengan Moeldoko, Menkumham Yasonna Laoly membenarkan hal tersebut. Menurutnya keputusan Jokowi lantaran persoalan kemanusiaan.

"Itu pertimbangan kemanusiaan. Itu aja," kata Yasonna di Komplek Istana Kepresidenan.

Diketahui sebelumnya, Neil Bantleman, terpidana kasus pelecehan seksual siswa Jakarta International School (sekarang Jakarta Intercultural School/JIS) dinyatakan bebas. Warga Negara Kanada itu bebas usai mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 19 Juni lalu.

"Neil Bantleman mendapat grasi dari presiden pada 19 Juni 2019," ujar Kabag Humas Direktorat Jenderal Permasyarakatan Ade Kusmato saat dikonfirmasi, Jumat (12/7).

Ade menjelaskan grasi yang diberikan Jokowi tertuang dalam Keppres Nomor 13/G Tahun 2019 tertanggal 19 Juni 2019. Berdasarkan Keppres tersebut, hukuman mantan guru JIS itu berkurang dari 11 tahun menjadi 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

"Sudah bebas dari Lapas Klas 1 Cipinang tanggal 21 juni 2019. Dendanya juga sudah dibayar," jelas Ade. [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini