Moeldoko Sebut Jokowi Bawa Pulpen Saat Debat Cegah Kebiasaan Pegang Lengan Baju

Selasa, 19 Februari 2019 18:26 Reporter : Merdeka
Moeldoko Sebut Jokowi Bawa Pulpen Saat Debat Cegah Kebiasaan Pegang Lengan Baju Debat kedua Pilpres 2019. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dituding menggunakan alat bantu dengar atau earpiece saat debat kedua Pilpres. Tudingan ini lantaran Jokowi membawa pulpen saat debat berlangsung.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko mengatakan, pulpen tersebut adalah pulpen biasa. Menurut dia, pulpen itu adalah saran dari tim kampanye agar Jokowi mengurangi kebiasaan yang selalu memegang sesuatu saat tampil di depan publik.

"Kenapa beliau menggunakan pulpen, kita yang arahkan. Bapak kalau tidak ada yang dipegang, itu macam-macam. Ada yang begini (benerin baju di lengan). Nah, sehingga begitu kita kasih pulpen ini mengurangi pegangan yang lain-lain," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/2).

Moeldoko menjelaskan, kebiasaan Jokowi yang kerap memegang lengan baju menjadi sorotan timses. Hal inilah yang menjadi dasar untuk menyarankan membawa pulpen untuk mengantisipasi kebiasaan Jokowi tersebut.

"Kebiasaan beliau kalau tidak membawa sesuatu itu pegang-pegang (lengan) ini baju. Ini yang kita cermati, akhirnya jangan-jangan seperti itu. Syaratnya harus ada yang dipegang, itu. Ini saran dari beberapa kita menyarankan kepada beliau. Dan diikutin," ujar dia.

Moeldoko mengatakan, bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu sempat ingin membawa kertas. Namun, tim kampanye menyarankan tidak, karena khawatir Jokowi dituduh membawa contekan.

"Waktu itu, perlu enggak bawa kertas? Jangan, nanti dikira ngepek (nyontek) lagi. Eh bawa pulpen dibilangin yang lain lagi. Aduh ini kasian juga, berarti kecerdasan lagi kurang," ucapnya.

Mantan Panglima TNI itu menegaskan Jokowi tak mungkin menggunakan alat bantu dengar saat debat. Moeldoko menyebut mantan Wali Kota Solo itu menjawab cepat pertanyaan dari panelis dan Capres Prabowo Subianto.

"Sekarang bagaimana mungkin saya dalam tempo yang singkat menjawab concern pertanyaan, concern dengan pertanyaan. Mana mungkin buat dengerin dulu? Enggak mungkin lah," kata Moeldoko.

Sebelumnya, Jokowi angkat bicara soal isu penggunaan earpiece tersebut. Dia menilai hal tersebut adalah fitnah yang tidak bermutu. Dia juga menjelaskan pulpen adalah alat tulis biasa.

Sementara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara debat angkat bicara. Dijelaskan, tidak ada capres yang menggunakan alat bantu itu. Sehingga, apa yang beredar di dunia maya atau media sosial soal penggunaan earpiece, tak benar adanya.

Senada, di kantornya, Komisioner KPU Viryan Aziz menjelaskan, apa yang digunakan Jokowi maupun Prabowo hanya clip on microphone, yang menempel di baju masing-masing calon. Penggunaanya pun hanya saat sesi penyampaian visi misi.

"Saat penyampaian visi misi pertama kali, tidak ada yang menggunakan mic. Artinya yang menempel di pakaian, itu kedua calon presiden menggunakan," jelas Viryan.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini