Moeldoko Bertemu Mahfud MD dkk Minta Masukan Soal Demo Serentak Mahasiswa

Rabu, 25 September 2019 15:28 Reporter : Merdeka
Moeldoko Bertemu Mahfud MD dkk Minta Masukan Soal Demo Serentak Mahasiswa Moeldoko Nilai Ada Poros Politik di Kericuhan Papua. ©2019 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, bertemu dengan 13 tokoh dari Gerakan Suluh Kebangsaan. Pertemuan ini menyikapi unjuk rasa serentak di sejumlah daerah.

Moeldoko berdialog dengan 13 tokoh tersebut di rumah dinasnya, Selasa 24 September 2019 malam. Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam dan membahas sejumlah persoalan kebangsaan yang sedang terjadi.

"Pemerintah berupaya mendengar dan mencari masukan dari para tokoh yang hadir," kata Moeldoko dikutip dari siaran pers, Rabu (25/9).

Sejumlah tokoh menyampaikan pendapatnya tentang munculnya perbedaan pendapat yang terjadi di masyarakat saat ini. Moeldoko memastikan bahwa pemerintah dalam hal ini Presiden memberi perhatian pada aspirasi masyarakat.

"Presiden tidak pernah mengabaikan suara publik," ucap Moeldoko.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Machfud MD, yang hadir dalam pertemuan itu, menyampaikan bahwa akan lebih bijak apabila pemerintah dan mahasiswa menempuh jalur hukum daripada aksi jalanan.

Sementara itu, Alissa Wahid meminta Presiden Jokowi peka terhadap kritik yang disampaikan oleh massa aksi demo tolak revisi UU KPK dan RKUHP.

"Mereka yang berunjuk rasa sebagian adalah pendukung Jokowi. Presiden harus lebih peka terhadap kritik yang disampaikan," ujae Alissa.

Menanggapi aksi unjuk rasa mahasiswa, para tokoh sepakat agar pemerintah lebih persuasif dengan membuka ruang dialog. unjuk rasa di lapangan terjadi akibat mampetnya ruang bagi mahasiswa menyampaikan pendapat secara langsung.

Baik Moeldoko dan 13 tokoh tersebut sepakat bahwa kampus menjadi tempat ideal untuk berdialog langsung dengan melibatkan pemerintah.

Adapun tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan yang hadir antara lain, Mahfud MD, Franz Magnis Suseno, Sarwono Kusumaatmadja, Helmy Faishal, Ahmad Suaedy, Alissa Wahid, dan A. Budi Kuncoro.

Kemudian Syafi Ali, Prof KH Malik Madany, Romo Benny Susetyo, Rikad Bagun, Alhilal Hamdi, serta Siti Ruhaini.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Bagaimana Pendapat Anda soal RUU KUHP? Klik di Sini! [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini