Modus Evakuasi Barang, Maling Rumah Korban Banjir Samarinda Ditangkap

Rabu, 12 Juni 2019 02:31 Reporter : Saud Rosadi
Modus Evakuasi Barang, Maling Rumah Korban Banjir Samarinda Ditangkap Banjir di Samarinda. ©2017 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Tiga kecamatan di Samarinda, Kalimantan Timur masih terendam banjir hingga 2 meter. Kawasan yang terendam mirip 'kota mati' di malam hari, lantaran PLN sementara ini masih memadamkan listrik.

Meski gelap gulita di malam hari, nyatanya tidak menyurutkan pelaku pencurian menjarah rumah yang ditinggal pemiliknya untuk mengungsi.

Seperti yang terjadi di hari Minggu (9/6) malam lalu, di salah satu kawasan terparah di Jalan Gelatik. Tim SAR gabungan mendapat informasi, ada warga meminta bantuan evakuasi.

"Itu sekitar jam 10 malam kejadiannya. Begitu ada info minta bantuan evakuasi, teman-teman relawan mendatangi lokasi dimaksud," kata salah seorang relawan dari Peduli Lingkungan (Pelik) Muriono, kepada merdeka.com, Selasa (11/6) .

Sambil membawa perahu menerobos banjir tidak kurang 1 meter, tim SAR gabungan pun mengevakuasi warga tersebut. Namun, warga yang hendak dievakuasi ternyata seorang pelaku pencurian.

"Ternyata itu pelaku (pencurian). Ketahuannya pas pemilik rumah tanya ke teman-teman relawan, tidak ada pemilik rumah yang masuk ambil barang," ujar Muriono.

Muriono mengimbau masyarakat menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati dan waspada.

"Jadi sekarang kalau ada informasi minta evakuasi, kami catat benar-benar identitasnya termasuk nomor HP," imbuh dia.

Seorang korban banjir, Adi di kawasan kelurahan Gunung Lingai menerangkan, alasan bertahan di lantai 2 rumahnya, lantaran khawatir dengan aksi pencurian.

"Karena lingkungan gelap gulita. Khawatir ada yang masuk ke banjir, alasan cek lingkungan. Tapi ternyata maling," ujar Adi. [ray]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini