Modus Cabut Berkas, Polisi Gadungan di Jembrana Ditangkap

Kamis, 4 Maret 2021 00:33 Reporter : Moh. Kadafi
Modus Cabut Berkas, Polisi Gadungan di Jembrana Ditangkap Polisi gadungan di Jembrana ditangkap. ©2021 Merdeka.com/Kadafi

Merdeka.com - Seorang pria bernama I Putu Adi Guna (46) alias Pak Adi asal Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, ditangkap kepolisian Polres Jembarana, karena mengaku anggota polri dan melakukan penipuan pencabutan perkara pada korban. Dalihnya, tersangka ialah upaya damai dengan pencabutan berkas laporan di Korps Bhayangkara Jalan Pahlawan Kabupaten Jembrana.

"Modus operandi, tersangka mengaku sebagai anggota polri dan meminta uang pencabutan berkas perkara kepada korban," kata Kasatreskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita seizin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, di Mapolres Jembarana, Rabu (3/3).

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (27/2) lalu, sekitar pukul 12.00 Wita, di Hotel Segara Mandala, Jalan Udayana, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali.

Saat itu, korban bernama Moch Arifin yang tinggal di Banyuwangi, Jawa Timur, ditagih utang oleh tersangka karena korban memiliki utang piutang dengan seorang berinisial HT. Karena, HT meminta Pak Adi atau tersangka membantu untuk menagih utang. Namun, tanpa sepengetahuan HT tersangka mengatakan kepada korban bahwa permasalahan tersebut sebelumnya sudah dilaporkan ke Polres Jembrana, sehingga ada biaya pencabutan berkas perkara sejumlah Rp 10 juta.

Selanjutnya, karena korban percaya bahwa tersangka adalah sebagai anggota Polri dan tidak ingin diproses hukum, maka korban bersedia membayar pencabutan berkas perkara, namun pada saat itu hanya disanggupi sejumlah uang Rp 3 juta.

Kemudian, pada tanggal 18 Februari 2021 sekira pukul 16.00 Wita, istri siri korban yang bernama Rizki Maharani mengambil uang sejumlah Rp 3 juta, lalu diserahkan kepada tersangka dan sisanya akan dicicil.

Namun, setelah itu tersangka menghubungi korban melalui pesan whatsapp untuk meminta sisa uang pencabutan berkas dan ada bukti percakapan terlampir. Kemudian, pada tanggal 27 Februari 2021 korban datang lagi ke Jembrana bertemu dengan tersangka, sekira pukul 12.00 Wita di Hotel Segara Mandala, Kel. Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana.

"Korban menyerahkan tambahan uang pencabutan berkas perkara sejumlah Rp. 2.500.000 dan diterima langsung oleh tersangka," imbuhnya.

Namun, setelah itu korban melakukan konfirmasi ke Satuan Reskrim Polres Jembrana untuk mengecek apakah benar ada anggota Polri yang bernama I Putu Adi Guna alias Pak Adi dan ternyata tidak ada. Sehingga, korban merasa tertipu dan membuat laporan dan korban mengalami kerugian Rp 5.500.000.

"Berdasarkan laporan itu, selanjutnya Sat Reskrim Polres Jembrana melakukan penyelidikan dan tidak berselanglama dapat mengamankan tersangka beserta barang bukti untuk kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Sementara barang bukti yang diamankan, 1 unit handphone merk Samsung type SM-A107f/ds warna hitam, 1 unit handphone merk Xiaomi warna silver dan uang sejumlah Rp 2.500.000.

Selain itu, tersangka diketahui seorang resedivis, pada tahun 2004 melakukan tindak pidana illegal loging di Kabupaten Jembrana dan divonis kasasi pada tahun 2009 dengan pidana selama 6 bulan penjara, sehingga pada tahun 2013 dilaksanakan sidang PTDH atau dipecat dari anggota Polri.

Kemudian, pada tahun 2010 sebelum di PTDH tersangka melakukan tindak pidana pencurian, divonis pidana selama 1,5 bulan. Dan pada tahun 2019 tersangka melakukan tindak pidana penipuan, divonis pidana selama 1 tahun.

"Pasal yang dikenakan, Pasal 378 KUHP diancam dengan pidana paling lama 4 tahun," ujar AKP Yogie. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini