Modal Nekat! Cerita Pemandi Jenazah Bisa Pergi Haji 2023 Naik Motor
Merdeka.com - Tak ada kayu rotan pun jadi. Pepatah ini lah yang jadi pegangan Ahmad Muhbitin (28) untuk berangkat haji.
Warga Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar, Gresik ini modal nekat untuk menunaikan ibadah haji. Meski tak masuk kuota haji Indonesia, bermodalkan motor kesayangannya, dia berangkat ke Saudi.
Ya, Muhbitin memang tak menempuh haji dengan cara yang biasa. Ia tak mendaftar ke KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) sebagai jemaah haji, sebagaimana masyarakat Indonesia pada umumnya. Alasannya pun cukup sederhana, yakni, ia tak mau antre lama.
Melalui perjalanan darat bersama motor kesayangannya, ia nekat melaju sendirian ke Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah haji. Perjalanan pun, dimulainya dengan berpamitan pada sanak keluarga dan para tetangga di kampung halamannya pada Mei 2023 lalu.
Lewat Malaysia
Negara pertama yang dilewatinya adalah, Malaysia. Sampai di negerinya Upin Ipin ini, rupanya cukup memakan waktu lama dalam perjalanan. Sehingga, ia pun memperkirakan tak akan sampai tepat waktu saat puncak haji nantinya.
Dengan terpaksa, pria yang berprofesi sebagai penjual madu itu pun mengaku terpaksa meninggalkan motor kesayangannya di Malaysia untuk dilanjutkan dengan transportasi darat dan laut lainnya.
"Motor saya tinggal di Malaysia karena Myanmar tutup, dan enggak cukup waktu kalau muter lewat China, jadi langsung perjalanan ke Mekkah dulu, ngejar Wukuf di Arafah," katanya saat dikonfirmasi merdeka.com, melalui ponselnya.

©2023 Merdeka.com/istimewa
Thailand dan Qatar
Selama perjalanan, Muhbitin mengaku menyempatkan singgah dan beristirahat di beberapa negara. Mulai mengabadikan momen perjalanan hingga mengurus beberapa dokumen yang dibutuhkan agar dirinya sampai ke Tanah Suci Arab Saudi untuk menunaikan rukun Islam yang ke lima, seperti STNK Internasional dan paspor.
"Menempuh jalur darat dan kapal melewati Malaysia, Thailand, Qatar dan Arab Saudi, lewat gunung-gunung jam 12 malam," katanya.
Muhbitin bercerita, perjalanan hingga tiba di Kota Mekkah membutuhkan perjuangan sangat besar. Sebab dirinya hanya mengantongi dokumen paspor turis, bukan paspor untuk keperluan haji atau umroh.

©2023 Merdeka.com/istimewa
Mekkah Dijaga Ketat
"Masuk Mekkah penuh perjuangan, karena visaku turis, jadi tidak boleh masuk Mekkah waktu musim haji, dan dijaga ketat," terangnya.
Lantas, bagaimana dengan uang saku yang dimilikinya kini, pria yang juga berprofesi sebagai pemandi jenazah di kampungnya tersebut tak mau menyebut jumlah pastinya. Namun, ia menyiratkan jika uang sakunya hanya cukup untuk perjalanan berangkat saja.
"Durung tuku tiket balik (belum beli tiket kembali), embuh wes pokok'e Hajian sik, pikir keri (tidak tahu lah, pokonya (menunaikan) haji dulu. Dipikir belakangan)," ujarnya sembari memberikan emoji tertawa.

©2023 Merdeka.com/istimewa
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya