Misteri Kematian Sekeluarga di Kalideres, Diduga Terkait Ritual Tertentu

Rabu, 30 November 2022 06:29 Reporter : Rahmat Baihaqi
Misteri Kematian Sekeluarga di Kalideres, Diduga Terkait Ritual Tertentu Olah TKP kasus kematian satu keluarga di Kalideres. ©2022 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Kematian empat anggota keluarga di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, sempat membuat geger. Kasus itu pun masih misterius, meskipun dugaan teranyar kejadian diduga terkait ritual keyakinan tertentu.

Dugaan itu salah satunya disampaikan kriminolog Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala. Dia berpendapat bahwa kematian dari empat orang itu lantaran keyakinan menyimpang tentang hidup setelah mati.

Temuan terbaru polisi juga menunjukkan salah seorang anggota keluarga itu terindikasi mengarah pada penyimpangan tersebut. "Ada kecenderungan salah satu keluarga yang dominan, yang mengarah kepada almarhum Budiyanto (Gunawan), bahwa yang bersangkutan memiliki sikap positif terhadap aktivitas ritual tertentu," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Selasa (29/11).

Hengki menduga ketiga korban lain terpengaruh dengan Budyanto, sehingga mereka melakukan ritual serupa. "Hal ini mengakibatkan adanya suatu believe dalam keluarga tersebut bahwa upaya untuk membuat kondisi lebih baik atau mengatasi masalah yang terjadi dalam keluarga, dilakukan melalui ritual tertentu," ujarnya.

Dia menerangkan, temuan itu berdasarkan hasil koordinasi antara penyidik dengan tim asosiasi psikologi forensik. "Ada keindetikan penyelidikan berdasarkan keterangan saksi dan bukti bukti yang ada di lokasi kejadian," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Gandeng Ahli Sosilogi Agama

Hengki juga menyebut barang bukti terbaru yang disita di antaranya buku-buku mantra hingga kemenyan. Karena itu pihaknya perlu melibatkan ahli sosiologi agama untuk mendalami temuan barang-barang di dalam rumah.

"Kami temukan buku-buku lintas agama, serta mantra dan kemenyan. Oleh karenanya, kami akan mengundang ahli sosiologi agama, untuk melakukan analisa lebih lanjut terhadap tulisan yang ada di dalam buku, serta hubungannya dengan temuan jejak benda-benda di TKP," kata dia.

Terkait hal ini, Hengki menerangkan tim asosiasi psikologi forensik terus mendalami motif psikologis kematian melalui autopsi psikologis.

"Scientific crime investigation selalu menjadi acuan atau metode pembuktian utama," ujar dia.

Terkait penyebab kematian, penyidik menggandeng para ahli kedokteran forensik gabungan dari kedokteran forensik Polri maupun RSCM/Universitas Indonesia.

"Mengenai sebab-sebab kematian, kami sedang menanti hasil dari pemeriksaan patologi anatomi yang saat ini sedang didalami," ujar dia. [yan]

Baca juga:
Misteri Sekeluarga Tewas di Kalideres: Ada Temuan Kemenyan dan Buku Mantra
Polisi Gandeng Ahli Sosiologi Agama Pelajari Temuan Buku Mantra di Kasus Kalideres
Polisi: Satu Keluarga di Kalideres Bukan Meninggal Karena Kelaparan atau Keracunan
Temuan Baru Kematian Keluarga di Kalideres: Salah Satu Korban Ikuti Ritual Tertentu
Temuan Dokter Forensik Gugurkan Dugaan Keluarga di Kalideres Tewas Kelaparan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini