Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Barat secara resmi dimulai dengan pawai ta’aruf yang semarak. Acara pembukaan ini diselenggarakan di Halaman Kantor Bupati Kapuas Hulu pada Minggu, 14 September. Kegiatan tersebut berhasil menarik perhatian ribuan masyarakat setempat.
Sebanyak 66 peserta dan 14 kendaraan hias turut memeriahkan pawai ta’aruf ini, menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai elemen masyarakat. Pawai tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan MTQ di Bumi Uncak Kapuas. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang menambah kekayaan acara.
Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, secara resmi melepas pawai dengan pengibaran bendera. Ia menekankan pentingnya pawai sebagai simbol persatuan dan keberagaman budaya di Kalimantan Barat. Momen ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kebersamaan.
Advertisement
Advertisement
Semarak Keberagaman dalam Pawai Ta'aruf MTQ Kalbar
Pawai ta’aruf MTQ Kalbar ke-33 menampilkan keberagaman budaya yang kaya dari seluruh provinsi. Peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota se-Kalbar, instansi pemerintah, organisasi kepemudaan, pelajar, ASN, hingga tokoh masyarakat, agama, dan adat. Mereka semua bersatu dalam semangat kebersamaan.
Harisson menyoroti bagaimana pawai ini merepresentasikan harmoni di Kalimantan Barat. "Dari Dayak yang menjunjung adat, Tionghoa yang menjunjung harmoni, hingga Melayu yang memuliakan syair dan pantun. Semua ini bersatu dalam langkah yang sama, menebarkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya saat melepas pawai. Pernyataan ini menegaskan inklusivitas acara.
Kendaraan hias yang berpartisipasi tampil semarak dengan ornamen bernuansa Islami yang indah. Berbagai miniatur masjid, rumah adat, hingga perahu tradisional menghiasi jalanan, menarik perhatian penonton. Peserta juga mengenakan busana khas daerah, memperlihatkan kekayaan warisan budaya Kalimantan Barat.
Advertisement
Ribuan masyarakat Kapuas Hulu tampak antusias menyaksikan jalannya karnaval tersebut. Mereka memadati sepanjang rute pawai, memberikan dukungan dan apresiasi kepada para peserta. Pemandangan ini menunjukkan tingginya partisipasi dan kecintaan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan dan budaya.
Advertisement
MTQ sebagai Ajang Syiar dan Pemersatu Bangsa
Penyelenggaraan MTQ ke-33 di Kapuas Hulu tidak hanya sekadar kompetisi tilawah, tetapi juga menjadi momentum strategis. Harisson menyampaikan apresiasi atas kesiapan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai tuan rumah acara penting ini. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh berkah.
Menurut Harisson, MTQ memiliki peran ganda yang sangat penting bagi masyarakat Kalimantan Barat. "Pawai ini membuktikan bahwa MTQ bukan hanya kompetisi tilawah, tetapi juga ruang strategis untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan," tuturnya. Hal ini menunjukkan visi yang lebih luas dari acara tersebut.
Tujuan utama MTQ adalah memperdalam syiar Al-Quran sekaligus menjadi ajang untuk memperkuat persatuan. Selain itu, kegiatan ini juga efektif untuk memperkenalkan budaya daerah kepada khalayak yang lebih luas. Melalui MTQ, nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal dapat tersampaikan dengan baik.
Advertisement
Harisson berharap MTQ Ke-33 ini dapat memberi kesan mendalam bagi peserta maupun seluruh masyarakat yang terlibat. Kesuksesan acara ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak orang untuk memahami dan mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Ini juga menjadi ajang promosi budaya lokal.
Sumber: AntaraNews