Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Merasa Tak Dihargai, Warga OKI Tembak Kepala Tetangganya di Masjid Hingga Tewas

Merasa Tak Dihargai, Warga OKI Tembak Kepala Tetangganya di Masjid Hingga Tewas TKP penembakan di Sungai Ceper. ©2020 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Warga Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, geger dengan aksi penembakan sesama warga sipil. Korban tewas di tempat dengan luka tembak di kepala.

Pelaku bernama Tivi (40), warga setempat. Sementara korban adalah Kodir (43) yang tak lain tetangga pelaku sendiri.

Peristiwa itu bermula saat kedua belah pihak bermaksud menyelesaikan persoalan yang terjadi di keluarganya di Masjid Nurul Iman yang tak jauh dari rumah mereka, Senin (24/11) siang. Musyawarah itu ditengahi perangkat desa yang dipimpin langsung kepala desa setempat.

Pada saat musyawarah akan digelar, pelaku emosi lantaran keluarga korban yang hadir hanya tiga orang. Pelaku pun marah-marah karena menilai keluarga korban tak menghargainya.

Spontan, pelaku menembak korban yang sedang duduk di depan masjid dan mengenai kepala bagian samping tembus ke rongga kepala. Korban tewas di tempat.

Panik, pelaku langsung kabur. Lantaran dikejar, pelaku kembali menembakkan senjata api rakitan ke udara sebanyak satu kali sehingga mengurungkan niat warga mengejarnya.

Kasubag Humas Polres OKI, AKP Iryansyah mengungkapkan, petugas masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sementara barang bukti yang diamankan berupa pakaian korban saat kejadian.

"Korban tewas di tempat karena luka tembak di kepala. Kejadiannya di masjid desa mereka," ungkap Iryansyah, Selasa (24/11).

Dia menjelaskan, permasalahan antara korban dan pelaku berawal saat anak gadis keduanya berpacaran sesama jenis atau LGBT. Kedua gadis itu ribut karena anak korban memukul anak pelaku yang menyebabkan luka memar.

Lalu, keluarga pelaku tak terima dan mengadu ke pemerintahan desa untuk diselesaikan. Namun saat negosiasi, keluarga korban hanya dihadiri tiga orang saja yang membuat pelaku kesal.

"Persoalan awalnya anak gadis korban dan pelaku LGBT, tapi ribut dan ada penganiayaan. Keluarga pelaku memperkarakan kasus itu ke kepala desa dan ketika hendak musyawarah itulah terjadi penembakan," tutupnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP